Jokowi Respons Pernyataan Kader PSI yang Sebut Dirinya Sudah Penuhi Syarat Jadi Nabi
Pernyataan mengejutkan datang dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) “sudah memenuhi syarat jadi nabi”.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Pernyataan mengejutkan datang dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) “sudah memenuhi syarat jadi nabi”.
Ucapan tersebut langsung menuai kontroversi luas di media sosial dan memicu kritik tajam dari publik.
Dedy menyampaikan pernyataan tersebut dalam unggahannya di platform X (dulu Twitter), Jumat (13/6/2025).
Ia menulis, “Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuman sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu rakyat.”
Ia juga menyinggung soal pencapaian Jokowi selama menjabat, dengan menambahkan, “Sementara di dunia lain masih ada saja yang tidak siap dengan realitas bahwa tugas kenegaraan beliau sudah selesai dengan paripurna.”
Namun, ucapan tersebut segera menuai respons tegas. Presiden Jokowi sendiri akhirnya angkat suara untuk menanggapi pernyataan tersebut.
"Nabi terakhir itu Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam,” ujar Jokowi, dikutip Sabtu (14/6/2025). Ia pun menambahkan, “Kalau ada pemikiran seperti itu, mikir yang rasional sajalah.”
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Setelah pernyataannya viral dan memicu kemarahan sejumlah kalangan, Dedy Nur Palakka akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku telah ditegur oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Bali terkait ucapannya.
“Saya mohon maaf kepada semua pihak yang tersinggung atau merasa tidak nyaman dengan pernyataan saya. Teguran dari DPW menjadi pelajaran penting bagi saya ke depan,” ujarnya.
Pernyataan Dedy menjadi salah satu contoh bagaimana ekspresi berlebihan dalam politik bisa berdampak luas, terlebih bila menyangkut simbol keagamaan. Respons cepat dari Presiden Jokowi dan sikap klarifikasi Dedy disebut sejumlah pihak sebagai langkah yang menyejukkan dalam meredam kegaduhan publik.
Editor : Firda Rachmawati


