Mantan Cawalkot Bogor Rena Da Frina Gabung PSI, Yusfitriadi : Ini Fenomena Kutu Loncat

Rena Da Frina secara resmi menjadi Anggota DPD PSI Kabupaten Bogor pada Senin, 28 April kemarin.

Mantan Cawalkot Bogor Rena Da Frina Gabung PSI, Yusfitriadi : Ini Fenomena Kutu Loncat
Foto Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor - Rena Da Frina secara resmi menjadi Anggota DPD PSI Kabupaten Bogor pada Senin, 28 April kemarin.

Dengan disaksikan beberapa pengurus dan Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron) Lartu Tanda Anggota (KTA) Rena Da Frina, diserahkan langsung oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Bogor Mualim Daud.

Namun, masuknya Rena Da Frina ke PSI dianggap Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Yusfitriadi sebagai aksi kutu loncat. Hal itu, karena sebelumnya Rena Da Frina yang merupakan birokrat  sudah berKTA PDI Perjuangan. 

"Ini fenemona kutu loncat, Rena Da Frina tidak teguh pendiriannya sehingga tidak sabar dalam berproses dalam berjuang di partai politik sebelumnya," ucap Yusfitriadi kepada wartawan, Selasa, 29 April 2025.

Yusfitriadi menambahkan bahwa fenomena kutu loncat banyak terjadi karena faktor kepentingan kekuasaan, politikus yang melakukannya dianggap tidak memahami ideologi partai politik yang dia pilih sebelumnya.

Ia pun menuturkan bahwa banyak partai politik gagal melakukan pengkaderan, hingga para politikus kutu loncat berpeluang berpindah-pindah partai politik.

"Fenomena kutu loncat banyak terjadi karena salah satu alasannya partai politik gagal dalam melakukan pengkaderan, politikus seperti itu tidak memahami ideologis partai yang ia masuki, demi meraih kekuasaan," tuturnya.

Mengenai pemilihan pindah ke PSI yang merupakan partai politik non parlemen di DPR-MPR, sedangkan PDI Perjuangan merupakan partai pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 juga dipertanyakan oleh Kang Yus.

"Mungkin Rena Da Frina berpikir, bahwa peluang PSI di Pemilu 2029 bakal meningkat perolehan suaranya karena partai politik tersebut didukung oleh Presiden ke 7 Joko Widodo, namun kita tidak tau apakah itu bakal terjadi. Sementara raihan kursi PDI Perjuangan di legislatif terbukti stabil-stabil saja," lanjut Kang Yus.

Sementara Rena Da Frina menjelaskan bahwa alasan dirinya berKTA PDI Perjuangan pada tahun lalu demi kepentingan Pilwalkot Bogor 2024.

"Saya profesional yang didukung partai politik, sedangkan saya masuk ke PSI karena lebih nyaman dan karena sejalan dengan kegiatan dan advokasi yang sering saya dan team Bro Ron lakukan di masyarakat," jelas Rena Da Frina. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti