Jelang Pencoblosan, Elektabilitas Rena-Teddy Diperingkat Tiga
Elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) Rena Da Frina-Achmad Teddy Risandi melejit di angka 18,4 persen jelas Pilwalkot Bogor 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Beberapa hari jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Bogor 2024, terungkap elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) Rena Da Frina-Achmad Teddy Risandi melejit di angka 18,4 persen.
Hal ini diketahui dari temuan survei yang dilaksanakan Puspoll Indonesia pada 12 November sampai 17 November lalu guna mengetahui preferensi politik masyarakat terhadap Pilwakot Bogor 2024.
"Jadi, kondisinya masih cair dan dinamis. Mengartikan bila dalam waktu beberapa hari kedepan menjelang pencoblosan masih bisa terjadi perubahan secara elektoral dalam pemilihan Wali Kota Bogor," ungkap Peneliti Puspoll Indonesia, Luqmanul Hakim pada Jumat 22 November 2024 malam.
Ia melanjutkan, survei dilakukan secara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.
Jumlah sampel sebanyak 600 responden yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bogor. Survei Puspoll Indonesia menerapkan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (4 persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Luqman memaparkan, dari temuan Puspoll Indonesia, paslon Rena-Teddy bertengger di peringkat tiga mendekati elektabilitas paslon Dedie Rachim-Jenal Muttaqien dan Atang Trisnanto-Annida Allivia.
"Puspoll Indonesia juga memotret sebanyak 34,7 persen masyarakat Kota Bogor berstatus pemilih bimbang (swing voters) dan 7,2 persen masih tidak tahu siapa pilihannya," paparnya.
Luqman menerangkan, temuan Puspoll Indonesia juga mengungkap 36,4 persen masyarakat Kota Bogor baru memantapkan pilihan paslonnya seminggu jelang Pilwakot atau ketika telah berada di dalam bilik suara.
Pengamat politik lokal dari Simpul Indonesia, Herry Setiawan, menilai tren kenaikan suara Rena-Teddy sebab terjadinya perpindahan suara yang besar dari pemilih paslon lain.
Herry berpendapat, semakin lama sosok Rena Da Frina juga terkesan lebih berani mensosialisasikan dirinya dan berkolaborasi dengan komunitas kesukuan yang awalnya dikenal mendukung paslon lain.
"Paslon Rena-Teddy semakin aktif menyambangi basis simpul suara (paslon) lain. Rasanya sosialisasi tersebut efektif untuk menambah kenaikan suaranya," pungkas Herry.
Editor : Firda Rachmawati

