PSI Verifikasi 150 Ribu Kader untuk Pemilu Raya 2025, Ketua Umum Dipilih via E-Vote

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah melakukan proses verifikasi terhadap seluruh kader yang akan masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu Raya PSI 2025.

PSI Verifikasi 150 Ribu Kader untuk Pemilu Raya 2025, Ketua Umum Dipilih via E-Vote
PSI Verifikasi 150 Ribu Kader untuk Pemilu Raya 2025, Ketua Umum Dipilih via E-Vote

INILAHKORAN, Bandung – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah melakukan proses verifikasi terhadap seluruh kader yang akan masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu Raya PSI 2025.

Proses ini menjadi bagian penting dalam persiapan ajang pemilihan Ketua Umum PSI yang akan digelar pada 12–19 Juli 2025 mendatang.

Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres PSI, Benidiktus Papa, menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan secara digital melalui pesan WhatsApp yang dikirim langsung kepada anggota partai.

“Kami mengirimkan pesan melalui Whatsapp kepada anggota dalam melakukan verifikasi. Dan saat ini sudah ada hampir 150 ribu kader yang terverifikasi dan kami data sebagai calon pemilih untuk Pemilihan Raya PSI,” ujar Benidiktus Papa dikutip dari ANTARA.

Proses verifikasi ini dijalankan oleh tim data center PSI yang terdiri dari 25 orang. Selain mengonfirmasi keanggotaan, tim juga melakukan pembaruan sejumlah data pribadi kader seperti nomor ponsel, nama, hingga informasi lainnya.

“Jadi semua diverifikasi ulang. Sehingga data kami solid,” tambah Benidiktus.

Verifikasi ini ditargetkan rampung pada 3 Juli 2025, dan pengumuman DPT dijadwalkan pada 10 Juli 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh kader PSI mendapatkan hak pilih secara adil dan transparan.

Pemilu Raya PSI 2025 sendiri akan menggunakan sistem E-Vote yang memungkinkan partisipasi kader secara luas dan modern. Puncaknya, hasil pemilihan Ketua Umum PSI akan diumumkan dalam Kongres PSI yang diselenggarakan di Kota Solo pada 19 Juli 2025.

Dengan sistem digital yang diusung, PSI berharap Pemilu Raya tahun ini bisa menjadi contoh proses demokrasi internal yang inklusif, efisien, dan kredibel.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan