Kabupaten Bandung Jadi Pilot Project Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan Kemendes PDTT

Kabupaten Bandung menjadi proyek percontohan program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan dari Kementerian Desa PDTT.

Kabupaten Bandung Jadi Pilot Project Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan Kemendes PDTT
Kabupaten Bandung menjadi pilot project Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan Kemendes PDTT.

INILAHKORAN, Bandung - Kabupaten Bandung menjadi proyek percontohan program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT).

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, lokasi proyek percontohan program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan itu berada di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Nantinya, program dikelola lima desa di Kecamatan Pacet yang tergabung dalam satu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bersama yang bernama Waluya Balarea.

Dia menuturkan, proyek percontohan program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan itu dapat memberi angin segar dan membangkitkan semangat bagi masyarakat untuk mengoptimalkan segala potensi ekonomi dan sumber daya alam di Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Dorong Pengembangan Potensi Wisata, Warga Situ Ciburuy KBB Swadaya Lakukan Pembenahan Rutin

“Kehadiran BUMDes ini dapat mendorong pergerakan ekonomi kreatif dan produktif sehingga dapat menyejahterakan masyarakat di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung,” kata Dadang saat Peresmian Program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan, Minggu 23 Januari 2022.

Dadang berharap, BUMDes Waluya Balarea tumbuh berkembang serta fokus dalam menjalankan usaha peternakan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

“Saya menndorong agar program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan ini bisa berkembang ke desa-desa lain. Sehingga apa yang dicita-citakan pak menteri dapat terwujud. Sekarang baru satu BUMDes yang diresmikan, atau ada sekitar 55 kelompok lagi yang akan menjadi lokus proyek percontohan ini, tentunya disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga: Jurus Kemendes PDTT Basmi Narkoba & Makmurkan Desa

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menuturkan proyek percontohan program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan tersebut disiapkan di tujuh kabupaten yakni Kabupaten Bandung, Cirebon, Kebumen, Nganjuk, Jombang, Lumajang, dan Kudus.

“Desa peternakan terpadu berkelanjutan ini dikelola oleh BUMDes Bersama dengan melibatkan lebih dari 50 desa dan sekitar 300 peternak di lahan seluas 140.000 meter persegi. BUMDes ini nantinya akan mengoordinasikan potensi peternakan dari 5-10 desa yang menjadi anggotanya. Masing-masing BUMDes sedikitnya melibatkan 43 peternak,” katanya.

Halim menjelaskan, ketujuh BUMDes itu akan mengelola 20 ekor sapi yang dipadukan dengan budidaya 100 domba, 400 ekor ayam, dan budidaya 10.000 ikan air tawar. Usaha peternakan itu akan dipadukan dengan budidaya hortikultura organik di lahan 1.500 m2, dan pakan ternak di lahan 16.200 m2.

Baca Juga: Kemendes Berharap BUMDes Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Desa

“Untuk BUMDes Waluya Balarea Kecamatan Pacet ini mengelola 436 ekor ayam. Jika sudah produktif maksimal, keuntungan mencapai Rp7 juta per bulan. Kemudian biaya yang dikeluarkan untuk 10 sapi mencapai Rp160 juta, jika musim kurban nanti pendapatan yang dihasilkan BUMDes sekitar Rp250 juta. Belum lagi dari pupuk dan sayuran. Insyaallah ini akan memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya. (Dani R Nugraha)

 


Editor : inilahkoran