Kabupaten Bandung Miliki Gedung Promosi Khusus Produk IKM

Kabupaten Bandung  kini memiliki gedung khusus sebagai pusat promosi dan pameran berbagai produk industri kecil menengah (IKM), dan berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung di bawah binaaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung. 

Kabupaten Bandung Miliki Gedung Promosi Khusus Produk IKM
Kabupaten Bandung  kini memiliki gedung khusus sebagai pusat promosi dan pameran berbagai produk industri kecil menengah (IKM), dan berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung di bawah binaaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung. /Dani Rahmat Nugraha

INILAHKORAN,Soreang- Kabupaten Bandung  kini memiliki gedung khusus sebagai pusat Promosi dan pameran berbagai produk industri kecil menengah (IKM), dan berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung di bawah binaaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung. 

Gedung promosi megah dan modern yang disebut juga Rumah Industri Kreatif Kabupaten Bandung itu bernama Gedung Galeri Kriya Bedas yang terletak di Jalan Gading Tutuka, tepatnya di depan Pasar Ikan Modern (PIM), Soreang. Gedung ini diresmikan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, Jum'at 20 Oktober 2023.

Kepala Disdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugerah mengatakan, pembangunan Gedung Galeri Kriya Bedas ini, menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2022 lalu.

Selain menjadi pusat promosi, pemasaran dan pameran berbagai produk Kabupaten Bandung, Galeri Kriya Bedas ini juga akan menjadi pusat pelatihan kemasan atau klinik kemasan bagi para pelaku IKM agar produk mereka dapat menembus pasar nasional dan internasional. 

Gedung Galeri Kriya Bedas yang didalamnya menampung puluhan tenant produk IKM Kabupaten Bandung, juga akan menjadi tempat berkumpulnya para pelaku industri kreatif dan tempat pelatihan serta peningkatan kapasitas para pelaku IKM Kabupaten Bandung.

"Melalui Galeri Kriya Bedas ini kami juga mendorong produk-produk IKM Kabupaten Bandung bisa naik kelas. Bisa masuk ritel dan pasar ekspor. Alhamdulillah saat ini sudah hadir para buyer dari Malaysia," kata Dicky.

Disdagin Kabupaten Bandung, kata Dicky, telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan ritel besar guna mendorong produk-produk IKM Kabupaten Bandung bisa masuk ke pasar ritel setelah melalui tahapan ritel. Total ada 50 produk IKM yang dikurasi oleh perusahaan ritel.

Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap Gedung Geleri Kriya Bedas tersebut nantinya dapat menampung seluruh pelaku IKM dan menjadi pusat belanja oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bandung.

"Pariwisata Kabupaten Bandung kan sudah keren, tapi memang kita belum memiliki etalase khusus untuk memasarkan produk IKM kita. Jadi nanti para wisatawan bisa belanja oleh-olehnya di sini," kata Dadang di sela-sela peresmian Gedung Galeri Kriya Bedas.

Selain meresmikan gedung yang memiliki parkir luas dan berada di pinggir jalan utama Gading Tutuka ini, pada kesempatan tersebut, Dadang  juga melakukan penjajakan kerjasama ekspor produk unggulan Kabupaten Bandung dengan para buyer asal Malaysia.

Dadang juga menyambut baik tawaran buyer Malaysia untuk membuka toko khusus produk IKM Kabupaten Bandung di Malaysia. 

"Saya sangat support untuk membuka gerai produk Kabupaten Bandung di Malaysia. Karena pada dasarnya produk-produk kita sangat bagus. Hanya saja, sebagian kita harus tingkatkan kemasannya," katanya.

Dadang  juga berharap para pelaku usaha IKM untuk tidak berhenti berinovasi dan menjaga komitmennya untuk berwirausaha. Sebab, kata Bupati, pihaknya akan mendorong semaksimal mungkin agar para pelaku IKM di Kabupaten Bandung semakin maju dan naik kelas.

"Saya titip perusahaan ritel di Kabupaten Bandung, jangan cuma mau usaha di Kabupaten Bandung. Tapi tolong support produk IKM warga Kabupaten Bandung," ujarnya. 

Regional Corporate Comunication PT Sumber Alfaria Trijaya, Budi Santoso menambahkan, pihaknya melakukan kurasi terhadap berbagai produk unggulan dari para pelaku IKM di Kabupaten Bandung. Berbagai produk IKM ini akan diseleksi oleh pihaknya bersama dengan Disdagin Kabupaten Bandung. Nanti hasilnya, yang lolos seleksi akan dipajang atau turut dijual di mini market Alfamart.

" Ada beberapa produk IKM yang ikut seleksi, harapan saya sih bisa masuk semuanya. Dan sebenarnya selama ini juga sudah ada lebih dari 20 item produk IKM yang masuk, jadi di Kabupaten Bandung ini sudah beberapa kali," katanya.

Budi menjelaskan, kriteria produk IKM yang bisa masuk dan dipajang atau dijual di Alfamart itu, diantaranya yakni sudah memiliki izin seperti PIRT dan juga telah mempunyai label halal dari MUI. Kemudian, tampilan kemasan pun harus menarik.

"Nah kalau untuk produk IKM yang kami kurasi dan lolos seleksi. Produknya akan dijual atau dipajang di Alfamart, dan dibebaskan biaya. Ini kami lakukan sebagai kepedulian terhadap para pelaku IKM di Indonesia termasuk di Kabupaten Bandung," katanya.

Budi melanjutkan, untuk pelaku IKM yang ingin produknya dipajang atau dijual di gerai-gerai Alfamart. Bisa menghubungi kantor perwakilan Alfamart yang ada disetiap daerah. Namun alangkah lebih baiknya, jika telah mendapatkan rekomendasi dari Disdagin.

"Jadi silakan datang ke kantor kami, atau kalau ingin mendapatkan fasilitas bebas biaya sebaiknya melalui rekomendasi dari Disdagin Kabupaten Bandung," ujarnya.(rd dani r nugraha)***


Editor : JakaPermana