Kabupaten Tasikmalaya Dihantui PMK, Pemprov Jabar Klaim Sudah Lakukan Antisipasi

Ratusan sapi di Kabupaten Tasikmalaya terjangkit penyakit kuku dan mulut (PMK), bahkan 36 antaranya mati. Akibatnya, Pasar Hewan Tasikmalaya tutup akibat dampak kasus ini. 

Kabupaten Tasikmalaya Dihantui PMK, Pemprov Jabar Klaim Sudah Lakukan Antisipasi
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Jabar Siti Rochani

INILAHKORAN, Bandung - Ratusan sapi di Kabupaten Tasikmalaya terjangkit penyakit kuku dan mulut (PMK), bahkan 36 antaranya mati. Akibatnya, Pasar Hewan Tasikmalaya tutup akibat dampak kasus ini. 

Menyikapi  banyaknya hewan atau sapi di Tasikmalaya terjangkit PMK, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim sudah melakukan antisipasi terhadap PMK.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Jabar Siti Rochani menuturkan, pihaknya telah mendapat bantuan vaksin PMK dari pemerintah pusat guna mencegah penyebarannya.

"Jawa Barat In Syaa Allah aman. Memang bulan lalu itu sudah tambah. Tapi sekarang posisinya sudah terantisipasi. Ada diberi oleh pusat kita ada beberapa vaksin," kata Hani di Gedung Sate, Kota Bandung baru-baru ini.

Dia melanjutkan, vaksin ini telah terdistribusi. Hanya saja, bantuan vaksin ini cuma diberikan kepada peternak individu atau mandiri.

"Dari pemerintah hanya untuk peternak saja. Di APBD, kita hanya menganggarkan khusus peternak," ucapnya.

Sedangkan koperasi atau perusahaan peternak, diharapkan dapat melakukan vaksinasi hewan ternaknya secara mandiri ke layanan kesehatan hewan terkait.

"Jadi diharapkan vaksin PMK, koperasi, perusahaan (secara) mandiri," tandasnya.  ***


Editor : Ahmad Sayuti