Kader Tidak Solid, Perolehan Suara Demokrat Terancam?

Jelang pemilu serentak 2024 suara sumbang muncul di Partai Demokrat Kabupaten Cirebon karena ketidaksolidan loyalis

Kader Tidak Solid, Perolehan Suara Demokrat Terancam?
Internal Partai Demokrat Kabupaten Cirebon dikabarkan terpecah. Hal ini mengancam peroleh suara pada pemilu tahun depan.

INILAHKORAN, Cirebon - Internal Partai Demokrat Kabupaten Cirebon dikabarkan terpecah. Hal ini mengancam peroleh suara pada pemilu tahun depan. Bahkan dikabarkan sekitar 90 persen kader partai ini membelot ke partai lain.

Hal itu diperkuat oleh semakin santernya isyu loyalis Partai Demokrat sudah tak sejalan dengan internal partai. Untuk itu, kader-kader senior partai ini pun sudah melayangkan ancaman, akan menghancurkan perolehan suara pada Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Mantan Ketua PAC Demokrat Plered, Kabupaten Cirebon, Eies Firdaus, surat yang dilayangkan ke DPD dan DPP bukanlah sekadar gertakan biasa. Itu dilakukan hasil dari kekecewaan para kader atas keputusan DPD dan DPP Demokrat.

Baca Juga: PWI Cirebon Minta Dewan Lebih Kritis Lagi

"Sebanyak 90 persen kader partai kita, berkomitmen membelot. Ini imbas dari kekecewaan kami terhadap DPD dan DPP. Membuat kader Partai Demokrat Kabupaten Cirebon 90 persen membelot," kata Eies, Minggu 24 Juli 2022.

Menurutnya, selama ini kader senior rela mempertaruhkan kredibilitas mereka antara pengurus lama dan yang baru. Di memprediksi akan terjadi penurunan suara Demokrat di Kabupaten Cirebon ke depan. Bahkan santer di kalangan mereka disuarakan untuk berlomba menurunkan perolehan suara.

"Ini jadi semacam sayembara di kalangan kita bagaimana menurunkan suara partai yang akan dilakukan pengurus lama," ungkapnya.

Bahkan lanjutnya, para kader senior Partai Demokrat di Kabupaten Cirebon sudah mematok, maksimal di setiap kecamatannya tidak lebih dari 1.000 suara saja. Komitmen itu dipertegas dengan semacam pembaiatan. Lalu bagi yang melanggar diberlakukan denda.

Baca Juga: Netty Prasetiyani Aher Serahkan 200 Beasiswa PIP untuk Siswa-Siswi Kota Cirebon

"Keputusan itu sudah bulat. Bentuk komitmen bersama. Satu komando. Kita sudah ada pembaiatan. Maksimal perolehan suaranya itu 1000 suara saja. Kalau ada kecamatan yang lebih dari 1000 suara akan kena denda," ucapnya.

Dia menambahkan, Komitmen sudah dibicarakan. Satu komando, satu suara. Ini demi memperjuangkan Demokrat di Kabupaten Cirebon dan Jawa Barat bahwa kader-kader partai menuntut keadilan.

"Ini akan kami buktikan. Bahwa pengurus lama lebih baik. Untuk DPAC Kabupaten Cirebon sudah siap menghancurkan suara oknum DPP yang menjadi biang kerok. Kami akan buktikan itu," tukasnya.

Baca Juga: Bejat..7 Tahun Kakek di Cirebon Cabuli Dua Cucu Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cirebon, Heriyanto saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan selularnya tidak menjawab. Begitu juga saat dihubungi via WhatsApp tidak merespon. (maman suharman)


Editor : inilahkoran