Kalahkan Taylor Swift, Lisa BLACKPINK Dituduh Membeli Penghargaan VMAs 2026

Lisa BLACKPINK dituduh telah membeli penghargaan 'Best Pop' VMAs 2026 karena kalahkan Taylor Swift, Ariana Grande hingga Olivia Rodrigo.

Kalahkan Taylor Swift, Lisa BLACKPINK Dituduh Membeli Penghargaan VMAs 2026
Lisa BLACKPINK di acara VMAs 2026.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini Lisa BLACKPINK telah membuat sejarah menjadi artis Asia dan idola K-Pop pertama yang menangkan penghargaan 'Best Pop' di VMAs 2026.

Ajang VMA 2026 diakhiri dengan serangkaian kemenangan yang patut diperhatikan, tetapi beberapa hasil juga memicu perdebatan sengit seperti yang dialami Lisa BLACKPINK.

Di tengah kontroversi tersebut, Lisa BLACKPINK memenangkan kategori 'Best Pop' untuk lagu 'Dream' yang membuat idola asal Thailand itu mengalahkan nama-nama besar termasuk Taylor Swift, Ariana Grande, Sabrina Carpenter, dan Olivia Rodrigo.

Dengan kemenangan tersebut, Lisa BLACKPINK menjadi artis K-Pop wanita pertama dan solois K-Pop pertama dalam sejarah yang memenangkan 'Best Pop' di VMAs.

Namun, segera setelah upacara berakhir, media sosial dibanjiri perdebatan tentang trofinya. Beberapa penonton mengungkapkan keterkejutannya bahwa Lisa BLACKPINK berhasil mengalahkan artis seperti Taylor Swift, Ariana Grande, dan Olivia Rodrigo.

Beberapa unggahan mempertanyakan performa lagu 'Dream' di tangga lagu, dengan alasan bahwa lagu tersebut belum mencapai momentum komersial yang sama seperti beberapa pesaing langsungnya. 

Beberapa pengguna mengatakan mereka merasa sulit memahami hasilnya, sementara yang lain mempertanyakan apakah penghargaan tersebut secara akurat mencerminkan performa pasar musik masing-masing lagu.

Kontroversi tidak berhenti pada hasil pemungutan suara. Momen ketika Lisa BLACKPINK menerima penghargaan juga menjadi topik pembicaraan utama. 

Setelah namanya diumumkan, penyanyi itu menjadi emosional dan menangis saat menerima trofi Pop Terbaik.

Namun, alih-alih fokus pada pentingnya kemenangan tersebut, beberapa pengguna media sosial malah mengejek reaksi emosional Lisa BLACKPINK. 

Meskipun beberapa komentar secara sarkastik menargetkan penyanyi tersebut, para penggemarnya membela dirinya, dengan alasan bahwa dia memiliki alasan yang wajar untuk menjadi emosional setelah mencapai tonggak sejarah tersebut.

Mulai dari perdebatan tentang performa di tangga lagu dan hasil voting hingga reaksi Lisa BLACKPINK di atas panggung, kemenangannya sebagai 'Best Pop' dengan cepat menjadi salah satu momen paling kontroversial di VMAs 2026.

Salah satu alasan utama kemenangan Lisa BLACKPINK memicu perdebatan sengit adalah karena nominasi 'Best Pop' lainnya memasuki perlombaan dengan lagu-lagu yang telah mencapai hasil komersial yang mengesankan. Taylor Swift dinominasikan dengan 'The Fate of Ophelia', sebuah lagu yang mencapai peringkat No. 1 di Billboard Hot 100 dan menjadi lagu No. 1 keenamnya di Billboard Global 200.

Ariana Grande bersaing dengan 'Hate That I Made You Love Me', yang debut di posisi No. 1 di Billboard Hot 100 sekaligus menduduki puncak Billboard Global 200 dan Billboard Global Excl. US. Kabarnya, lagu ini juga menandai posisi No. 1 ke-10 Ariana di Hot 100 sepanjang kariernya.

Olivia Rodrigo dinominasikan untuk lagu 'Drop Dead', yang debut di posisi No. 1 di Billboard Hot 100 dan menjadi lagu keempatnya yang menduduki puncak tangga lagu. 

Sabrina Carpenter bersaing dengan 'House Tour', sementara Charli XCX dinominasikan untuk 'SS26', melanjutkan momentumnya setelah era Brat yang sangat sukses.

Sebagai perbandingan, lagu Lisa BLACKPINK yang berjudul 'Dream' mencatatkan hasil tangga lagu yang jauh lebih sederhana dibandingkan beberapa pesaingnya di kategori Pop Terbaik.

Lagu ini mencapai peringkat ke-122 di tangga lagu Billboard Global Excl. US dan tidak masuk dalam Billboard Global 200. 

Angka-angka tersebut jauh lebih rendah daripada hasil yang diraih oleh beberapa rilisan pesaing, khususnya lagu-lagu dari Taylor Swift, Ariana Grande, dan Sabrina Carpenter.

Akibatnya, beberapa penonton mempertanyakan seberapa meyakinkan hasilnya, dengan alasan bahwa 'Dream' memiliki hasil komersial yang relatif sederhana. 

Namun, Best Pop ditentukan sepenuhnya oleh pemungutan suara penggemar dan bukan semata-mata oleh panel juri profesional. 

Ini berarti kekuatan penggemar dapat menjadi faktor penting dalam persaingan. Tidak seperti kategori yang lebih berpusat pada penilaian industri atau profesional, hasil 'Best Pop' bergantung langsung pada suara penonton.

Lisa BLACKPINK telah membangun basis penggemar internasional yang sangat besar melalui aktivitas bertahun-tahun bersama BLACKPINK dan karier solonya selanjutnya.

Budaya pemungutan suara daring juga sangat mengakar dalam fandom K-Pop, di mana penggemar secara rutin menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam kampanye pemungutan suara untuk artis dan rilisan favorit mereka. 

Hal ini dapat membuat hasil kategori yang dipilih penggemar seperti 'Best Pop' terlihat sangat berbeda dari peringkat tangga lagu musik konvensional.

Oleh karena itu, meskipun kemenangan Lisa telah menimbulkan kontroversi yang cukup besar, hasil tersebut juga dapat dipahami dalam konteks sistem pemungutan suara kategori tersebut. Perdebatan seputar trofi 'Best Pop' yang diraih bintang BLACKPINK ini terus menarik perhatian luas di media sosial.***


Editor : Irma Nurfajri