Kasus Bocah-Bocah Dirantai di Boyolali, Ternyata Hanya Diberi Makan Singkong Busuk Selama Berhari-hari
Fakta kasus bocah-bocah yang ditemukan dalam kondisi tidak manusiawi di Boyolali terungkap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kasus memilukan terjadi di Dukuh Mojo, Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Empat anak ditemukan hidup dalam kondisi tidak manusiawi di sebuah rumah milik seorang warga pendatang berinisial SP (65).
Ironisnya, dua dari anak-anak tersebut ditemukan dengan kaki terikat rantai dan tidur di teras rumah tanpa alas.
Yang lebih mengerikan, anak-anak itu mengaku bahwa selama beberapa hari terakhir mereka hanya diberi makan singkong busuk yang nyaris tak layak konsumsi.
Karena kelaparan, mereka nekat mencuri makanan dari dalam rumah. Namun, aksi itu justru dibalas dengan hukuman kejam: kaki mereka dirantai dan dibiarkan tidur di luar ruangan, tanpa kasur maupun selimut.
Kisah tragis ini terungkap pada Minggu dini hari (13/7), saat warga setempat memergoki seorang anak mencuri kotak infak masjid. Setelah ditelusuri, warga mendatangi rumah anak tersebut dan menemukan tiga bocah lainnya dalam kondisi mengenaskan.
“Anak-anak itu mengaku dirantai karena ketahuan mengambil makanan. Tapi alasannya karena mereka kelaparan. Mereka bilang hanya makan singkong, itu pun sudah busuk,” ungkap salah satu warga yang ikut dalam penggerebekan.
Tak hanya itu, warga juga menemukan bekas luka dan memar di tubuh beberapa anak, menambah kuat dugaan adanya kekerasan fisik yang dilakukan oleh SP. Diketahui, SP mengaku menjalankan sebuah pondok pesantren dan telah "mengasuh" anak-anak dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Namun saat dimintai bukti legalitas pondok tersebut, SP tidak mampu menunjukkan satu dokumen pun. Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muhksin, menyebut SP telah menyesatkan para orang tua dengan mengaku sebagai pengasuh lembaga pendidikan agama. Bahkan, para orang tua diminta mengirim beras secara rutin sebagai bentuk “kontribusi” bulanan.
“Anak-anak itu sebenarnya hanya dimanfaatkan. Setiap hari mereka disuruh mengurus kambing, bukan belajar. Ini jelas bukan pondok pesantren seperti yang diklaim,” ujar Bagus.
Kasus ini kini tengah ditangani Polres Boyolali. SP telah diamankan dan sedang diperiksa intensif. Polisi juga membuka kemungkinan adanya unsur eksploitasi dan penelantaran anak, serta sedang menelusuri keterlibatan pihak lain, termasuk istri SP yang diketahui berstatus sebagai ASN.
Sementara itu, keempat anak korban telah dievakuasi dan ditempatkan dalam perlindungan pemerintah setempat untuk pemulihan fisik dan psikologis.
Editor : Firda Rachmawati

