Kasus HIV Melonjak di Kota Bandung, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung angkat bicara, terkait lonjakan kasus HIV dalam lima tahun terakhir. Kota Bandung kini menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat, dengan peningkatan mencapai 20 hingga 30 persen setiap tahunnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung angkat bicara, terkait lonjakan kasus HIV dalam lima tahun terakhir. Kota Bandung kini menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat, dengan peningkatan mencapai 20 hingga 30 persen setiap tahunnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, peningkatan ini merupakan dampak dari semakin masifnya pemeriksaan atau skrining di fasilitas kesehatan.
"Kalau kita sering screening, kan kasusnya jadi ketahuan banyak. Ya, itu sebenarnya menjadi suatu isu yang kurang bagus," kata Sony Adam pada Selasa 29 Juli 2025.
Ia menyebut, kondisi tersebut sebagai fenomena gunung es. Menurutnya, apa yang terlihat di permukaan hanya sebagian kecil dari kenyataan yang lebih besar. Pihaknya menekankan, pentingnya fokus pada penanganan dan pengobatan bagi penderita HIV agar mereka bisa tetap menjalani hidup secara normal.
"Yang penting, mereka yang sudah ketahuan diobatin. Jadi, hanya untuk mencari orang yang ketahuan, dia positif, diedukasi, mau berobat sehingga dia dapat hidup normal. Yang paling ditakutkan oleh kita adalah stigma dari HIV ini. Bisa orang HIV dijauhi orang lain. Apalagi anak kecil. Kalau kena HIV, tuh enggak diajak main. Itu sedih," ucapnya.
Ia juga menggarisbawahi, kunci keberhasilan terapi terletak pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. "Untuk HIV, lebih ke arah kepatuhan makan obatnya. Kalau kasus, saya hanya bilang itu fenomena gunung es," ujar dia.
Untuk mencegah penyebaran HIV, pihaknya terus menggencarkan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat. Pendekatan dilakukan melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
"Edukasi tetap harus dilakukan, itu promosi supaya mereka sadar untuk hidup sehat dan tahu seperti apa perilaku seksual yang sehat. Promotif itu yang paling utama," jelasnya.
Sony juga menilai, media sosial menjadi sarana efektif dalam menyampaikan edukasi. Terutama kepada kalangan muda.
"Sekarang dunia medsos luar biasa. Tapi kita tetap harus memberikan edukasi. Edukasi juga kita pakai medsos. Lihat akun-akun promosi kesehatan dari Dinkes, itu yang lebih utama. Jadi lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar dia.
Sementara itu, data Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Barat mencatat, lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Bandung sebagian besar berasal dari temuan baru lewat layanan tes di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Banyak warga dari luar kota yang melakukan pemeriksaan di Kota Bandung juga turut tercatat sebagai bagian dari kasus di wilayah ini, sehingga total jumlah kasus terlihat lebih besar..***
Editor : JakaPermana

