Kasus Keracunan Massal Jadi Problem Klise di KBB, Pemda Siapkan 3 Cara Penanganan
Keracunan Massal Jadi Problem Klise di KBB, Pemda Siapkan 3 Cara Penanganan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah- Kerap berulangnya kasus keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat pemerintah daerah (Pemda) harus terus memutar otak.
Seperti diketahui, setidaknya ada tiga kasus keracunan massal yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir di KBB, yakni di Kecamatan Lembang, Kecamatan Sindangkerta dan Kecamatan Padalarang.
Sebelumnya, kasus keracunan massal juga terjadi di Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Saguling, KBB.
Tak tanggung-tanggung, ratusan orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara lantaran mengalami muntah-muntah, pusing hingga diare dalam kurun waktu bersamaan.
Guna mengantisipasi peristiwa serupa kembali terulang, Pemda Bandung Barat bakal mengambil sejumlah langkah penanganan dan pengendalian.
"Malam tadi kita juga sudah diskusi karena waktu evaluasi kasus keracunan di Kecamatan Sindangkerta, ada lagi keracunan di Padalarang," kata Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir usai meninjau kondisi pasien keracunan acara Samenan di SDN Gandasari di RSUD Cililin, Kamis 27 Juni 2024.
Seingatnya, kasus keracunan di Kabupaten Bandung Barat ini sudah lima kali terjadi, yakni di Gununghalu, Saguling, Lembang, Sindangkerta dan terakhir Padalarang.
"Kalau tadi malam saya telusuri dari sumber pembuat, karena hasil penjelasan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) bahwa 60 persen kejadian keracunan itu memang dari faktor higienitas dan sanitasi," katanya.
"Disamping juga faktor penyebab yang lain, seperti faktor penjamahan makanan yang batuk, yang sakit dan lain sebagainya," ucapnya.
Kemudian, sebut Ade, ada juga dari faktor pencampuran makanan, seperti debu, lalat, tikus dan lain sebagainya.
"Jadi kalau lihat sumbernya dari sana, nampaknya kita akan mengklasifikasikan jadi tiga penanganan," sebutnya.
Pertama, ungkap Ade, pihaknya bakal memberikan perlakuan khusus bagi para pedagang makanan yang ada di sekolah.
"Kita bina dan mungkin nanti ada pengawasan juga dari para guru untuk memastikan yang boleh jualan di sekolah harus sudah mendapatkan rekomendasi," ungkapnya.
"Jadi pedagangnya dikasih stiker dan barang yang didagangkan sudah aman," ucapnya.
Kedua, untuk makanan yang dimasak oleh masyarakat. Sebelum mengadakan kegiatan memasak, masyarakat harus melapor dulu ke Puskesmas setempat.
"Jadi nanti ada pengawasan dari petugas Puskesmas setempat. Karena memang dari sisi tempat kadangkala sembarang tempat untuk memotong daging, sayur dan lainnya," paparnya.
"Itu nanti secara higienisnya oleh Puskesmas untuk pembinaannya," imbuhnya.
Terakhir, tambah Ade, makanan yang dipesan dari katering. Ini yang diduga menjadi penyebab kasus keracunan di Padalarang.
"Untuk katering itu saya wajibkan harus punya sertipikat higienis. Nanti kita akan gerakan secara masif sosialisasi juga mungkin kita minta bantuan penggiat medsos se-Bandung Barat untuk terus menyosialisasikan gerakan hidup sehat," ucapnya.
"Nanti akan ada tim kesehatan lingkungan atau Kesling dari Puskesmas yang akan melihat dan melakukan pembinaan," ucapnya.***
Editor : Bsafaat

