Kasus Kesehatan Mental Usia Remaja di Kota Bandung Meningkat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengungkapkan, tingkat masalah kesehatan mental pada usia remaja di Kota Bandung terus mengalami peningkatan.

Kasus Kesehatan Mental Usia Remaja di Kota Bandung Meningkat
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Bandung Intan Annisa

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengungkapkan, tingkat masalah kesehatan mental pada usia remaja di Kota Bandung terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Bandung Intan Annisa pada Jumat 1 Desember 2023.

"Setiap tahun kasus kesehatan mental pada usia remaja ini terus meningkat. Karena semakin banyak kita melakukan screening, kita akan menemukan lebih banyak kasus," kata Intan Annisa.

Dikemukakan ia, masalah kesehatan mental pada usia 4 hingga 18 tahun di 2021 mencapai 24.346. Jumlah itu berdasarkan hasil screening yang dilakukan pihaknya terhadap 46.054 jiwa.

Satu tahun setelahnya atau di 2022, jumlah kasus kesehatan mental pada usia yang sama mencapai 35.765. 

"Kita juga melakukan screening terhadap remaja di atas 18 tahun. Hasilnya ada 8.870 anak terindikasi gejala gangguan mental gangguan emosi. Jumlah ini hasil screening dari 120.850 jiwa," ucapnya.

Intan mengatakan, bahwa persoalan kesehatan jiwa menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Gangguan kesehatan jiwa masuk ke dalam standar pelayanan minimal, bidang kesehatan.

"Standar pelayanan minimal ini, menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk melayani. Salah satunya itu tadi, adalah masalah gangguan jiwa. Upaya yang kita lakukan, salah satunya memberikan edukasi," ujar dia.

Hasil dari edukasi tersebut, nantinya dituturkan ia akan langsung disampaikan kepada guru bimbingan konseling. Apabila terindikasi memiliki gejala mental berat, maka bakal disiapkan rujukan tenaga ahli.

"Baik itu penanganan psikolog dan psikiater, atau dirujuk oleh puskesmas menuju rumah sakit tertentu. Kita juga setiap tahun meningkatkan kapasitas guru BK, yang kita latih di setiap tahunnya," tandasnya. *** (yogo triastopo)


Editor : Ahmad Sayuti