Kasus Ledakan di SMAN 72, Polisi Ungkap Motifnya Bukan Anti Agama

menurut keterangan polisi, pelaku dalam tragedi ledakan di SMAN 72 bukan karna motif agama

Kasus Ledakan di SMAN 72, Polisi Ungkap Motifnya Bukan Anti Agama
kasus ledakan di sman 72

INILAHKORAN, Jakarta - Polda Metro Jaya memastikan bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi terlarang maupun kelompok anti agama tertentu. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, untuk meluruskan kabar yang beredar di masyarakat.

“Kami ingin menegaskan bahwa meskipun peristiwa itu terjadi di tempat ibadah, pelaku bukan anti terhadap agama tertentu dan tidak terafiliasi dengan kelompok manapun,” ujar Budi di Jakarta, Senin (10/11).

Terkait motif di balik aksi tersebut, Budi menjelaskan bahwa kepolisian masih melakukan pendalaman. Ia mengungkapkan, dugaan sementara menunjukkan adanya kurangnya perhatian dari keluarga dan lingkungan sekitar, yang kemungkinan besar menjadi faktor pemicu.

“Diduga pelaku mengalami akumulasi tekanan akibat kurangnya perhatian dari rumah dan lingkungan. Ini yang perlu kita lihat dengan empati,” tambahnya.

Sementara itu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga turut menelusuri apakah peristiwa ini memiliki kaitan dengan jaringan teror lain. “Densus 88 sedang menganalisis kemungkinan adanya hubungan dengan pelaku-pelaku aksi teror sebelumnya, termasuk menelusuri motif di balik aksinya,” kata Budi dalam keterangan terpisah, Sabtu (8/11).

Selain memeriksa latar belakang pelaku, penyidik juga mendalami aktivitas media sosialnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah pelaku pernah bergabung dengan komunitas atau grup daring yang memiliki afiliasi dengan ideologi ekstrem.

Hingga kini, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 masih bekerja intensif mengungkap motif dan kronologi lengkap dari ledakan yang terjadi di area mushala SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang.


Editor : Firda Rachmawati