Kasus Mayat Terapis di Pejaten, Polisi Sebut Tak Ada Luka Kekerasan di Tubuh Korban

Meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan berat, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian tubuh korban.

Kasus Mayat Terapis di Pejaten, Polisi Sebut Tak Ada Luka Kekerasan di Tubuh Korban
Kasus Mayat Terapis di Pejaten, Polisi Sebut Tak Ada Luka Kekerasan di Tubuh Korban

INILAHKORAN - Polisi masih menyelidiki penyebab kematian RTA (14), remaja perempuan yang ditemukan tewas di kawasan pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan berat, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian tubuh korban.

Jasad korban ditemukan pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 05.00 WIB di lahan kosong dekat ruko Pejaten Office Park. Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terlentang dengan kaki miring ke kanan, mengenakan kaus abu-abu dan celana panjang abu-abu. Di sekitar jasad, polisi menemukan selendang dan dompet kecil berisi dua ponsel yang diduga milik korban.

Penemuan ini sempat menghebohkan warga sekitar, terlebih setelah diketahui bahwa korban masih di bawah umur dan diduga bekerja sebagai terapis pijat.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menegaskan bahwa hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya luka akibat kekerasan berat seperti bekas pukulan, tusukan, atau jeratan. Namun, tim identifikasi menemukan luka lecet di bagian lengan kiri, perut sebelah kiri, dan dagu korban.

“Dari hasil pengecekan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan yang menyebabkan kematian. Namun terdapat luka lecet di beberapa bagian tubuh,” ujar Nicolas kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Luka tersebut masih diteliti lebih lanjut oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Polisi ingin memastikan apakah luka-luka itu muncul sebelum atau sesudah korban meninggal dunia.

“Kita masih menunggu hasil autopsi. Setelah hasil keluar, baru bisa disimpulkan penyebab pasti kematian,” tambahnya.

Dugaan sementara, luka lecet pada tubuh korban bisa disebabkan oleh gesekan dengan permukaan keras atau benda tumpul. Beberapa petugas di lokasi menduga korban terjatuh atau terbentur sebelum meninggal dunia.

Namun, polisi belum mau berspekulasi sebelum hasil autopsi resmi dirilis. Semua kemungkinan masih terbuka, termasuk faktor kecelakaan, kelelahan, atau dugaan lain yang berkaitan dengan eksploitasi kerja.

“Kami dalami semua kemungkinan. Tidak menutup kemungkinan korban sempat terjatuh atau mengalami benturan sebelum meninggal,” jelas Nicolas.


Editor : Firda Rachmawati