Kata Siapa IKN Bebas Banjir? Buktinya, Air Membubung 1,5 Meter di Kecamatan Sepaku!
Kata siapa Ibu Kota Nusantara alias IKN tak berpotensi banjir? Buktinya, banjir melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Jumat 17 Maret 2023 ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Penajam – Kata siapa ibu kota nusantara alias IKN tak berpotensi banjir? Buktinya, banjir melanda sejumlah kawasan di Kecamatan sepaku, Kabupaten penajam paser utara, Jumat 17 Maret 2023 ini.
Salah satu alasan pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke kawasan ibu kota nusantara alias IKN di Kecamatan sepaku, Kabupaten penajam paser utara, adalah menghindari banjir. Selama ini, banjir kerap menyergap Jakarta.
Tetapi, harapan itu seperti menggantang asap, setidaknya hingga kini. Faktanya, sedikitnya dua kelurahan dan desa di Kecamatan sepaku yang merupakan inti ibu kota nusantara alias IKN, kini sedang terendam banjir.
Dalam laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten penajam paser utara, banjir yang melanda Kecamatan sepaku terjadi sejak pukul 03.00 Wita, Jumat 17 Maret ini. BPBD sendiri baru menerima laporan tiga jam kemudian.
Banjir terjadi di Kelurahan Pemaluan dan Desa Binuang. Di Pemaluan, banjir melanda empat rukun tetangga (RT), sementara satu RT lainnya di Desa Binuang juga terdampak air bah.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri sebelumnya sudah menyampaikan peringatan dini banjir. Sebab, hujan dalam intensitas sedang dan lebat yang disertai petir dan angin kencang, potensial terjadi di wilayah Kecamatan sepaku.
Prakiraan itu ternyata benar. Mulai pukul 22.00 Wita pada Kamis 16 Maret 2023, hujan melanda Kelurahan Pemaluan dan Desa Binuang. Hujan berlangsung cukup lama, hingga pukul 02.00 Wita.
Tak hanya karena hujan, banjir juga dipicu kiriman air dari wilayah hulu sungai, membuat debit air di Kelurahan Pemaluan dan Desa Binuang meningkat.
Akibatnya, banjir pun tak terhindarkan. Pada beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter.
BPBD penajam paser utara melaporkan di Kelurahan Pemaluan yang paling terdampak, banjir melanda empat RT.
Wilayah paling terdampak adalah RT 02 di Pemaluan. Di sini, banjir merendam 21 rumah berpenghuni 85 jiwa. Ketinggian air di halaman rumah mencapai 1,5 meter, sementara rumah-rumah warga sudah dimasuki air setinggi 0,5 meter.
Banjir yang cukup parah juga terjadi di RT 05. Di sini pun ketinggian air mencapai 1,5 meter. Tujuh unit rumah ikut terdampak di sini.
Sementara di RT 01 banjir berdampak pada dua rumah dengan delapan anggota keluarga dengan ketinggian air 40 cm, di RT 04 juga dua rumah dengan tujuh warga.
Secara keseluruhan, di Kelurahan Pemaluan, banjir berdampak pada 32 KK yang menghuni 32 unit rumah. Akibat banjir, kini 124 orang penghuninya terkena akibatnya.
Sedangkan di Desa Binuang, banjir terjadi di RT 08. Banjir dengan ketinggian 70 cm berdampak terhadap lima unit rumah berpenghuni 21 orang.
BPBD penajam paser utara juga melaporkan kondisi tertinggi banjir terjadi pada pukul 08.00 Wita. Adapun menjelang siang, ketinggian air mulai surut perlahan.***
Editor : Zulfirman

