KCJB Whoosh Diresmikan, Arsan Latif Ajak Pihak Ketiga Kembangkan Potensi Wisata Bandung Barat

Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif menilai hadirnya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dinamai Whoosh di wilayahnya memiliki peluang untuk mendongkrak potensi perekonomian khususnya wisata.

KCJB Whoosh Diresmikan, Arsan Latif Ajak Pihak Ketiga Kembangkan Potensi Wisata Bandung Barat
Arsan Latif pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang sudah menyiapkan jalur KCJB Whoosh di Padalarang. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif menilai hadirnya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dinamai Whoosh di wilayahnya memiliki peluang untuk mendongkrak potensi perekonomian khususnya wisata.

Arsan Latif pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang sudah menyiapkan jalur KCJB Whoosh di Padalarang.

"Itu peluang yang sangat bagus sekali. Kita sebagai pemerintahan daerah jangan diam dan mencari apa yang bisa kita dapatkan dari ini (KCJB Whoosh)," kata Arsan Latif, belum lama ini.

Untuk itu, jelas Arsan Latif , pihaknya harus menyiapkan berbagai fasilitasnya lantaran hadirnya KCJB ini menjadi pintu pembuka untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Kita mulai dengan menyiapkan infrastruktur, sarana dan prasarananya agar pihak ketiga mau berinvestasi," jelasnya.

Arsan Latif pun mencontohkan, misalnya saja hotel baik hari libur maupun hari biasa selalu penuh. Artinya, masyarakat ternyata masih membutuhkan tempat.

"Jadi yang menyiapkan itu bukan pemda, tapi pihak ketiga," ucapnya.

Namun, pihaknya harus memastikan pembenahan infrastruktur. Misalnya, ketika warga luar yang ingin ke Lembang tidak mesti masuk ke daerah lain dulu.

"Jadi, kita mulai pecah jalur di KM 106, sehingga warga dari luar daerah bisa langsung masuk ke wilayah Bandung Barat. Kalau sudah begitu kan clear," ucapnya.

Arsan Latif menuturkan, sekarang orang itu cenderung lebih memilih suasana alami dan tidak lagi mencari suasana yang ramai dan alam yang sehat itu ada di KBB.

"Makanya saya bilang KBB ini identik dengan Hongkong dan Turki, harusnya kita kembangkan dan bagaimana mengembangkannya kita libatkan pihak ketiga," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani