Kebakaran Galuga Belum Padam: Mencari Cara Meredam Bara

BARA masih bertahan di TPAS Galuga. Pemerintah pun mengerahkan berbagai cara, dari teknologi hingga berharap hujan turun.

Kebakaran Galuga Belum Padam: Mencari Cara Meredam Bara
TANGANI KEBAKARAN: Wali Kota Bogor Dedie A Rahim saat meninjau penanganan TPAS Galuga, Jumat (11/9) lalu. Pemkot Bogor terus berupaya menangani kebakaran TPAS Galuga. Selain penanganan secara langsung, Pemkot Bogor juga akan meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait pelaksanaan rekayasa cuaca.(Foto:INILAH/RIZKI MAULUDI)

Api di TPAS Galuga belum benar-benar menyerah. Di tengah kemarau yang panjang, Pemerintah Kota Bogor terus mencari berbagai cara untuk menjinakkan bara yang bersarang di antara tumpukan sampah.

Pemadaman dilakukan dari berbagai arah. Personel dan peralatan dikerahkan, bantuan dari daerah sekitar berdatangan, sementara upaya lain mulai disiapkan untuk menghadapi kebakaran yang tidak mudah ditaklukkan.

Terbaru, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) IPB dan Dinas Damkar Pemerintah Kota Depok ikut memperkuat penanganan di lokasi.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan pihaknya juga akan meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kemungkinan pelaksanaan rekayasa cuaca. Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus dilakukan.

“Ya, termasuk untuk mengidentifikasi potensi dukungan dari pihak lain, baik berupa teknologi, logistik, personel, maupun sumber daya lainnya yang dapat membantu upaya pemadaman kebakaran di TPAS Galuga,” kata Dedie, Minggu (13/9).

Bagi Dedie, kebakaran di Galuga bukan perkara sederhana. Api yang berada di dalam tumpukan sampah yang telah menahun membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan cara yang lebih dari sekadar menyiram permukaannya.

“Ini sesuatu yang baru buat kami, memadamkan api dalam tumpukan sampah yang sudah menahun akan sulit kalau tidak ada bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Ada satu hal yang paling diharapkan pemerintah saat ini: hujan. Di tengah kemarau yang panjang, hujan dianggap menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu membasahi tumpukan sampah dan memadamkan bara yang masih tersisa.

Karena itu, Pemkot Bogor berencana menggelar salat Istisqa dan doa bersama pada Senin atau Selasa mendatang.

“Salah satu cara yang paling efektif adalah turunnya hujan, untuk itu, kami sedang mempersiapkan pelaksanaan salat Istisqa,” kata Dedie.

Dia berharap hujan turun di tengah kemarau yang panjang sehingga membantu proses pemadaman di TPAS Galuga. Bersamaan dengan itu, upaya teknis terus berjalan.

Sejak Sabtu, penanganan kebakaran diperkuat dengan bantuan Damkar IPB dan Damkar Pemkot Depok. Dedie menyampaikan apresiasi kepada Rektor IPB dan Wali Kota Depok atas dukungan tersebut.

Pemkot Bogor juga masih berharap dukungan water bombing dari Lanud Atang Sendjaja. Sebelumnya, operasi tersebut telah dilakukan beberapa kali, tetapi kondisi cuaca menjadi kendala.

“Mudah-mudahan sore atau lusa dapat kami lakukan lagi water bombing,” ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran