Kehidupan Masa Lalu Member aespa Terungkap Lewat Hipnosis, Cerita Ningning Paling Tragis
Semua member aespa menceritakan kehidupan masa lalu mereka dari nama hingga keseharian setelah melakukan hipnosis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Seorang netizen baru-baru ini menarik perhatian saat membagikan hasil pengalaman Hipnosis aespa kepada Nate Pann.
Netizen ini mendeskripsi kehidupan Masa lalu para Member aespa.
Di mana Karina aespa namanya di kehidupan sebelumnya adalah Byul. Dia lahir di rumah seorang pedagang dan hobinya menggambar.
Dia menikah dengan seorang pria yang bekerja untuk ayahnya. Dia memiliki tiga orang anak dan menjalani kehidupan dengan memasak dan mengurus suami serta anak-anaknya.
Rutinitas ini berulang setiap hari seperti tupai di dalam roda. Dia tidak begitu bahagia dengan hidupnya.
Sedangkan Giselle aespa namanya Yena di kehidupan sebelumnya. Keluarganya tidak begitu sayang dengan anak-anak, dan orang tuanya mengusirnya begitu dia dewasa.
Dari usia 20-an hingga awal 30-an, dia bekerja di sebuah bar lalu bertemu seorang pengusaha dan menikah.
Suaminya meninggal terlebih dahulu karena sakit, dan dia kemudian meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat berjalan kaki.
Kemudian Winter aespa namanya di kehidupan sebelumnya adalah Choi Young Woo. Terlahir sebagai putra pejabat pemerintah yang terhormat, dia juga menjadi pejabat seperti ayahnya.
Dia diangkat menjadi guru putra Raja, tetapi sayangnya, muridnya tidak menjadi Raja dan meninggal lebih awal, yang merupakan bagian paling menyedihkan dalam hidupnya.
Dia meninggal setelah menjalani kehidupan tanpa banyak pasang surut.
Terakhir Ningning aespa, dia adalah orang yang alami dan bahkan tidak punya nama (dia dipanggil dengan peluit).
Ibunya melarikan diri saat dia masih kecil, tetapi dia tidak membenci ibunya. Dia tinggal di alam dengan anjingnya sebagai satu-satunya teman, lalu meninggal setelah melompat dari gunung.
Sebagai tanggapan, netizen lain berkomentar, "percaya nggak sih…? Winter bilang dia udah nonton film 'Sado' beberapa kali sebelumnya.
Kayaknya pengalaman hidupnya di Masa lalu itu awalnya cuma refleksi dari imajinasi bawah sadarnya."
"Winter mengatakan bahwa namanya di kehidupan sebelumnya adalah Choi Young Woo. Guru Sado adalah Guru Chae Jegong. Saat masih muda, dia dipanggil 'Young' (dia kemudian mengubah namanya dari Chae Young Woo menjadi Chae Jegong). Jika Anda menonton videonya, detail tentang memiliki tiga anak dan menyukai puisi sama dengan yang dimiliki guru Sado."
"Dipanggil dengan peluit? Sangat romantis," "itu imajinasi bawah sadar, bukan kehidupan Masa lalu mereka. Tapi bukankah ceritanya terasa begitu menyedihkan?"
"Ningning cocok dengan konsep orang yang alami," komentar netizen lainnya.***
Editor : Irma Nurfajri


