Wamentan Sudaryono Dorong Jabar Tingkatkan Luas Lahan Pertanian

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong Provinsi Jawa Barat, untuk meningkatkan luas lahan pertanian.

Wamentan Sudaryono Dorong Jabar Tingkatkan Luas Lahan Pertanian
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong Provinsi Jawa Barat, untuk meningkatkan luas lahan pertanian.

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong Provinsi Jawa barat, untuk meningkatkan luas lahan pertanian.

Sudaryono meminta supaya Jabar mampu memperluas cakupan, dari target yang diberikan terkait perluasan lahan pertanian

Dimana harapannya, Jabar sebagai penyangga pangan Indonesia mampu meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

"Supaya melebihi, bagaimana kita mendapatkan area lebih luas. Boleh lebih dari 100 persen," ujar Sudaryono di Kota Bandung, Rabu 7 Agustus 2024.

Terlebih pemerintah pusat kata dia, telah menyalurkan 7.500 unit pompa dari rencana 10 ribu unit, untuk pompanisasi lahan pertanian, bagi Jabar dalam upaya peningkatan produksi. Salah satunya dengan perluasan lahan pertanian di Jabar.

"Target luasan, 117 ribu hektar untuk Jawa barat dan sudah mencapai sampai hari ini 100 ribu hektar. Jadi dikit lagi (mencapai target)," ucapnya.

Daryono melanjutkan, capaian perluasan lahan Jabar hanya terpaut 13 ribu hektar dari Jawa Tengah, yang capaian targetnya baru 65 persen.

"Ini harus maksimal Jawa barat kita harapan, bukan mau ajak lomba. Menjadi tantangan, kadang kalau dibandingkan itu orang lebih termotivasi," imbuhnya.

Dia melanjutkan, seluruh stakeholders sudah saling menyamakan persepsi, bagaimana meningkatkan produktivitas pertanian.

"Tujuannya, kalau lahan yang ditanam luas, maka otomatis dengan bibit, pupuk dan air yang cukup, sudah bisa dipastikan In Syaa Allah hasil panen lebih banyak," kata dia.

Sudaryono berharap, dengan semua upaya yang dilakukan, seperti pompanisasi dan pipanisasi, mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional. Sehingga kelak tidak perlu lagi melakukan impor dari negara lain.

"Dengan panen lebih banyak diharapkan cukup memberi makan rakyat kita, sehingga tidak perlu lagi impor. Minimal kalaupun impor, sangat sedikit dan kita batasi," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti