Kekuatan Menjalankan Perintah & Menjauhi Larangan
KEHENDAK Allah bukanlah jadi argumen dalam bermaksiat kepada Allah selamanya. Walaupun memang setiap apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan yang tidak Allah kehendaki, tidak akan terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
KEHENDAK Allah bukanlah jadi argumen dalam bermaksiat kepada Allah selamanya. Walaupun memang setiap apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan yang tidak Allah kehendaki, tidak akan terjadi. Namun ingat, Allah berikan kepada hamba kekuatan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Kalau ia meninggalkan apa yang Allah perintahkan, maka itu adalah pilihannya, bukan paksaan.
Pelajaran dari Ayat
- "Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa ", berarti orang kafir sudah disampaikan hujjah dan telah sampai kepada mereka dakwah.
- Jika seseorang berpaling dari peringatan Allah, maka ia akan mendapatkan siksa di dunia, siksa di akhirat, atau siksa di dunia dan akhirat sekaligus.
- Kembali kepada Allah dan menjauhi maksiat adalah sebab datangnya rahmat.
- Kita diperintahkan untuk memperhatikan setiap ayat yang Allah datangkan.
- Jangan langsung berpaling dari penjelasan, namun perhatikan dahulu, lalu jalankan hukumnya.
- Orang yang berpaling dari penjelasan Allah yang begitu gamblang, hatinya berarti tertutup.
- Allah memiliki sifat rububiyah, disebut dalam ayat "min ayaati robbihim" (dari ayat Rabb mereka). Sifat rububiyah artinya Allah itu sebagai Pencipta, Pemberi rezeki, Yang Merajai, dan Pengatur jagat raya.
- Orang kafir itu diperintah dan diberi nasihat untuk berinfak, namun mereka sombong dan enggan menerima.
- Allah yang memberikan rezeki, sehingga kalau kita berinfak bukan berarti kita telah berjasa kepada Allah.
- Bakhil atau pelit merupakan sifat orang kafir.
- Ada yang mengatakan kebenaran, namun maksudnya adalah batil. Seperti perkataan orang kafir, "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan."
- Pernyataan "tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata", maksudnya tidak mendapatkan petunjuk.
- Allah memiliki masyiah (kehendak) dan kehendak Allah terkait dengan hikmah.
Moga bermanfaat dan kita semakin semangat merenungkan Al-Quran. [Referensi: At-Tashil li Tawil At-Tanzil Tafsir Juzu Yasin; Tafsir Al-Quran Al-Karim Surat Yasin; Tafsir As-Sadi/ Muhammad Abduh Tuasikal]
Sumber: Inilahcom
Editor : Bsafaat

