Kelas Menengah Paling Terdampak dalam Kenaikan BBM dan LPG, Pengamat Beri Solusi
Pengamat menyebutkan bahwa masyarakat kelas menengah juga harus dapat bantuan karena jadi kelompok paling terdampak atas kenaikan harga BBM dan LPG.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kini masyarakat dari kelas menengah disorot karena dinilai jadi kelompok yang paling terdampak dari kenaikan harga BBM dan LPG.
Di mana kelompok kelas menengah ini tidak menerima bantuan apa pun dari pemerintah namun harus menghadapi kenaikan berbagai harga akibat BBM dan LPG naik.
Direktur Energy Shift Institute Putra Adhiguna menilai kelas menengah menjadi kelompok yang paling terdampak akibat kenaikan harga LPG dan BBM nonsubsidi.
Putra menilai bahwa saat ini pemerintah perlu mengambil langkah yang tepat untuk menahan tekanan dari sisi energi bisa dengan subsidi tunai langsung menjadi salah satu solusi efektif.
“subsidi tunai langsung adalah salah satu solusi terbaik mengingat rumah tangga miskin mendapatkan subsidi lebih rendah dibanding golongan yang lebih mampu, kendali distribusi subsidi juga penting,” jelas Putra.
Putra menekankan pengendalian distribusi subsidi menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.
Mekanisme pengendalian distribusi, termasuk penggunaan teknologi seperti biometrik, harus dijalankan secara konsisten.
"Dalam distribusi subsidi energi, kuncinya adalah konsistensi. Sudah berulangkali usaha kendali maju mundur karena tarikan politik," tuturnya.
Putra melanjutkan, "Saat ini harus bisa dipastikan jangan lenyap menjadi proyek sesaat, selagi terus diperbaiki."***
Editor : Irma Nurfajri

