Kemenkes Suplai 5 Portable X-Ray, Tracing TBC di Jabar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyuplai lima portable X-Ray, untuk percepatan tracing kasus Tuberkulosis atau TBC di Provinsi Jawa Barat.

Kemenkes Suplai 5 Portable X-Ray, Tracing TBC di Jabar

INILAHKORAN, Bandung - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyuplai lima portable x-ray, untuk percepatan tracing kasus Tuberkulosis atau TBC di Provinsi Jawa Barat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan massifnya tracing atau pelacakan, diharapkan mampu mendata sekaligus mengobati pasien TBC.

Sehingga dapat menekan jumlah penderita TBC di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Mengingat penyakit tersebut menular sangat cepat melalui droplet cairan penderita.

Sebab itu, total 36 portable x-ray telah dibeli berkat bantuan dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), guna menekan kasus TBC di Indonesia. Dimana alat tersebut disebar ke seluruh provinsi dan terbesar, sebanyak lima unit untuk Jawa Barat.

Lantaran kasus TBC di Jawa Barat terbesar di seluruh Indonesia, karena memiliki populasi paling tinggi yakni hampir 50 juta jiwa.

"Semuanya hampir di Jawa (paling banyak kasus TBC), karena populasinya paling tinggi, otomatis paling tinggi karena memang populasinya paling banyak," ujar Budi Gunadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 2 Agustus 2024.

Dia melanjutkan, dengan adanya portable x-ray mampu melacak suspek TBC hingga pelosok daerah di Jawa Barat. Mengingat saat ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) jabar, sepanjang Januari-Mei 2024 baru terlacak 84.802 kasus, dengan tertinggi di Kabupaten Bogor.

"Itu seperti PCR (Covid-19). Tapi, ngeluarin dahaknya itu susah, terutama untuk anak-anak. Itu sebabnya pakai rontgen," ucapnya.

Idealnya, masing-masing provinsi memiliki setidaknya dua portable x-ray. Namun karena di Pulau Jawa kasusnya paling tinggi, khusunya Jawa Barat. Maka dari itu pemerintah pusat memprioritaskan sementara dengan memberikan lima unit portable x-ray.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menambahkan, lima portable x-ray akan didistribusikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) satu unit, RS Rotinsulu dua unit dan dua lagi ke RS Parugunawan Bogor.

"jabar ini tertinggi, karena penduduknya banyak dan susah untuk melakukan screeningnya, jadi dengan alat itu kita berharap akan lebih banyak lagi yang bisa didapat," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinkes jabar Vini Adiani Dewi menuturkan, dengan semakin banyaknya kasus TBC ditemukan, maka makin cepat pula pemutusan rantai penularan dilakukan.

Sebab usai skrining dilakukan dan dinyatakan terpapar, pasien TBC akan diberi obat dan otomatis penyakit tersebut tidak akan menular.

Kendati dalam proses tracing atau pelacakan ini diakui Vini tidak mudah, karena masih ada stigma di masyarakat yang membuat mereka enggan memeriksa dan menjalani pengobatan.

"Kalau tidak ada stigma di masyarakat, mungkin mudah sebetulnya. Karena TBC itu pertama batuk lebih dari dua minggu, ada penurunan berat badan dan ada demam. Nah yang mempersulit itu adalah stigma. Jadi orang ketika sudah ditemukan, lalu disuruh berobat nggak mau," ungkapnya.

Hingga Juni lalu lanjut dia, baru 104 ribu kasus di orang dewasa yang telah terdeteksi, dari target 200 ribuan.

Harapannya, dari adanya portable x-ray ini dapat mengakselerasi pendataan kasus TBC, yang kini baru 42 persen dapat naik minimal 90 persen.

"Itu untuk dewasa. Kalau TBC anak targey kita sekitar 20 ribuan. Itu sudah tercapai," tandasnya.  ***


Editor : Ahmad Sayuti