Kementan RI Optimalkan Produktivitas Padi di Lahan Kering

Kementerian Pertanian RI berjibaku melakukan berbagai inovasi supaya produktivitas pertanian khususnya jenis padi bisa lebih berkembang. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan mati di seluruh wilayah

Kementan RI Optimalkan Produktivitas Padi di Lahan Kering
INILAH, Purwakarta – Kementerian Pertanian RI berjibaku melakukan berbagai inovasi supaya produktivitas pertanian khususnya jenis padi bisa lebih berkembang. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan mati di seluruh wilayah Indonesia untuk bakal disulap menjadi lokasi pertanian produktif.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro menuturkan, pemerintah pusat telah menargetkan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia di 2045 mendatang. Untuk itu, pihaknya akan menggenjot seluruh produktivitas pertanian yang ada. 
 
"Target pemerintah, 2045 mendatang Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," ujar Syukur kepada INILAH di Purwakarta, Rabu (24/2/2019).
 
Menurut dia, program pertanian saat ini prospeknya sangat bagus. Apalagi sekarang tidak hanya lahan irigasi yang dimanfaatkan, tapi juga lahan kering bisa dioptimalkan.
 
"Di Indonesia, ada sekitar satu juta hektare lahan kering. Selain ditanami padi gogo atau huma, di laga kering ini akan juga integrasi dengan tanaman perkebunan, baik karet dan sawit," tambah dia.
 
Khusus di Purwakarta, sambung dia, pihaknya mencatat ada 30 ribu hektare yang potensi ditanami padi gogo. Ada yang membuatnya tertarik, yakni areal yang menjadi show window atau etalase pertanian di kawasan Tajug Gede Cilodong. 
 
"Ini menjadi percontohan di Indonesia. Ini membuktikan bahwa di Indonesia banyak varietas padi selain di sawah," tambah dia.
 
Seperti diketahui, Pemkab Purwakarta, melalui Dinas Pangan dan Pertanian setempat, menyulap lahan mati menjadi lokasi pertanian jenis padi gogo. 
 
Di lokasi ini, sedikitnya 5.600 meter persegi lahan sisa pembangunan masjid besar itu telah ditanami benih jenis padi 'Buhun'. Yakni benih padi yang usianya 58 tahun. Tak hanya itu, ada 100 jenis benih padi gogo di lokasi itu.
 
"Selain memanfaatkan sisa lahan di kawasan Tajug Gede Cilodong, tujuan kami tak lain untuk melestarikan plasma nutfah," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta  Agus Rachlan Suherlan.


Editor : inilahkoran