Kenang Keteladanan Gus Dur, Yenny Wahid Bagikan Sembilan Nilai Keteladanan Sosok Sang Ayah
Kenang keteladanan Gus Dur, putri keduanya Yenny Wahid mengunggah potret kebersamaannya dan menuliskan caption sembilan nilai keteladanan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung,- Kenang keteladanan sang ayah, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid membagikan sembilan nilai keteladanan sosok Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam akun instagramnya.
Selain membagikan sembilan nilai utama yang jadi warisan keteladanan Gus Dur dalam captionnya, Yenny Wahid juga memasang foto tengah memeluk sang ayah Gus Dur semasa hidup, seakan menjadi isyarat kerinduannya kepada sang ayah.
Unggahan Yenny Wahid terkait sembilan nilai keteladanan Gus Dur, juga bertepatan dengan momen 12 tahun meninggalnya Gus Dur yang juga merupakan Presiden Indonesia keempat.
Baca Juga: Dasilitasi Deminstrasi, Kapolda Metro Jaya Akan Bangun Taman Demokrasi
"Hari ini 12 tahun lalu, Gus Dur beroulang. Namun, nilai dan keteladanannya tak pernah pergi. Hingga kini, pemikiran dan pandangan beliau terus menemukan relevansinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkap Yenny Wahid dalam unggahannya, Kamis, 30 Desember 2021.
Yenny Wahid juga mengungkapkan, pada 2011 silam, sejumlah sahabat dan murid Gus Dur menggelar simposium untuk mengkaji, memikirkan kembali dan merumuskan sembilan nilai utama Almarhum Gus Dur.
"Kesembilan nilai itu adalah ketauhidan, kemanusian, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesantrian, dan kearifan lokal," imbuh Yenny Wahid dalam unggahan caption instagramnya.
Baca Juga: Bali United dan PSM Makassar Mewakili Indonesia di Piala AFC 2022
Yenny Wahid menambahkan, bagi dirinya pribadi, Gus Dur adalah sosok ayah, guru, dan teladan yang mengajari dan meneguhkan nilai-nilai yang hingga kini terus diperjuangkannya, semisal kesetaraan gender.
"Tak hanya sebatas pemikiran dan pandangan, tapi laku beliau sejalan dengan kata-katanya. Di keluarga kami, Gus Dur tak segan mengganti popok, mencuci piring dan mengerjakan tugas rumah tangga lainnya," ungkap Yenny Wahid.
Yenny Wahid juga menyebut sosok Gus Dur selalu memberi ruang kepada ibunya untuk berkiprah dan mengaktualisasikan diri sebagai pengajar, wartawan,dan aktivis tanpa dibatasi konstruksi sosial dan pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan.
Baca Juga: Seblak, Makanan Khas Asal Bandung Ternyata Masuk Daftar Makanan Paling Banyak Dicari di Tahun 2021
"Ibu dan Gus Dur berbagi peran sebagai tulang punggung keluarga," ucapnya.
"Bapak dulu pernah bilang, Nak hidup Bapak itu pertama untuk Islam, kedua untuk Indonesia, ketiga untuk NU, baru yang keempat untuk keluarga," tulis Yenny
Menurut Yenny, dirinya memang tak lantas paham makna kata-kata Gus Dur tersebut. Namun, jejak, pengabdian, konsistensi dsm persistensi Gus Dur menerangkan segalanya.
"Ada banyak cerita yang jadi kenangan indah dan teladan darinya. Too numerous to mention. Untukmu, doa kami tak pernah putus," pungkas Yenny Wahid dalam caption panjangnya.***
Editor : inilahkoran


