Kendalikan Sampah, Kebun Binatang Bandung Kelola Sampah Mandiri

Kebun Binatang Bandung kini telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Fasilitas tersebut, menggunakan teknologi insenerator atau pembakaran.

Kendalikan Sampah, Kebun Binatang Bandung Kelola Sampah Mandiri

INILAHKORAN, Bandung - kebun binatang Bandung kini telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Fasilitas tersebut, menggunakan teknologi insenerator atau pembakaran.

Marketing Komunikasi kebun binatang Bandung Sulhan Syaf'i mengatakan, kehadiran TPST di kebun binatang Bandung tidak lain untuk mendukung pengendalian sampah.

"Sampah-sampah yang dihasilkan, akan diproses menggunakan teknologi insenerator atau dengan cara dibakar. Ada kotoran hewan, daun-daun dan sampah lainnya," kata Sulhan Syaf'i, Selasa 18 Februari 2025.

Insenerator, dituturkan ia salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan sampah yang dihasilkan di kawasan kebun binatang Bandung. Sampah yang diproses, nantinya akan menjadi pupuk.

"Maksimum pembakaran mesin berada dikisaran 800 hingga 1.000 titik panas. Tetapi ketika sudah mencapai titik panas 800 atau 1000, hilang asapnya. Dan ini termanfaatkan, si abunya nanti untuk dijadikan pupuk,” ucapnya.

Sulhan menyebut, dengan teknologi ini. kebun binatang Bandung, kini dapat menyelesaikan satu ton sampah dalam waktu tiga jam saja. Terpenting adalah tidak lagi membuang sampah ke TPS.

“Satu ton, mungkin satu ton lebih. Karena ini kapasitas yang mesin ini satu ton itu cuma tiga jam mereka bakarnya. Tiga jam bisa dibakar dengan kapasitas mesin ini. Jadi semua sampah kita tarik kesini,” ujar dia.

Terlepas itu, kebun binatang Bandung ditambahkan ia terus melakukan sosialisasi kepada para pengunjuk agar membuang sampah ke tempat yang telah disiapkan sesuai dengan jenis sampah.

"Kita juga menghimbau ke pengunjung untuk buang sampah pada tempatnya. Ke para pendagang, kita menertibkan agar jangan menggunakan wadah sekali pakai. Itu yang akan mengurangi volume sampah disini,” tandas dia. ***


Editor : Ahmad Sayuti