Farhan Tegaskan Kebun Binatang sebagai Warisan Budaya dan Konservasi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, pihaknya akan mempertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai bagian dari warisan budaya.

Farhan Tegaskan Kebun Binatang sebagai Warisan Budaya dan Konservasi
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, pihaknya akan mempertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus lembaga konservasi satwa langka. Bandung Zoo, telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa Barat sejak lama./INILAHKORAN-Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, pihaknya akan mempertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus lembaga konservasi satwa langka. Bandung Zoo, telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa Barat sejak lama.

“Kenapa Kebun Binatang ini harus kita pertahankan secara budaya? Karena orang Jawa Barat itu dari masa dulu merasa tidak lengkap, apabila Lebaran kalau tidak ke Kebun Binatang. Jadi artinya, memang ini salah satu tujuan wisata yang sudah membudaya,” kata Farhan, Kamis 26 Maret 2026.

Selain nilai budaya, pihaknya menekankan pentingnya menghargai warisan keluarga Raden Ema Bratakusumah telah bekerja keras untuk Kebun Binatang tersebut. Dia juga menyoroti dedikasi para pegawai, yang telah puluhan tahun mengabdikan diri menjaga satwa.

“Kita ingin memastikan seluruh pegawai yang sudah mendedikasikan hidupnya berpuluh-puluh tahun di sini, tetap kita pertahankan sebagai keluarga besar yang menjaga Kebun Binatang ini sebagai warisan budaya, juga tempat konservasi salah satu terbaik di Indonesia,” ucapnya.

Farhan pun turut menyoroti keberadaan satwa endemik Jawa Barat seperti surili, macan tutul Jawa dan owa yang perlu mendapat perhatian khusus dalam program reproduksi. Dia bahkan menyebut, peluang untuk ikut berperan dalam pelestarian badak Jawa yang populasinya diperkirakan hanya sekitar 200 ekor di Banten dan Jawa Barat.

“Tantangannya memang besar. Saya tahu karena banyak sekali kritik yang mengatakan bagaimana mungkin kalau anak harimau bisa bertahan. Tapi keterbukaan kami menunjukkan, bahwa kami ingin masyarakat terlibat aktif. Kritik dan masukan akan sangat kami perhatikan,” ujar dia.

Pihaknya juga menegaskan, dukungan publik sangat penting. Tidak hanya berupa kritik dan saran, tetapi juga dorongan moral bagi para pegawai yang bekerja keras bersama para ahli dari Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Jawa Barat dan DKPP Kota Bandung.

“Salah satu bentuk dukungan masyarakat kepada kita, adalah memberikan semangat agar kita terus memperbaiki tata kelola Kebun Binatang Bandung,” jelasnya.

Namun, Farhan mengakui Kebun Binatang Bandung masih ditutup untuk umum demi kepentingan biosekuriti. “Saya mohon maaf, karena sampai sekarang Kebun Binatang Bandung belum bisa dibuka. Kita akan buka nanti, setelah betul-betul yakin pengelolaannya sudah sangat baik,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana