Kepala DP3AP2KB: Faktor Gadget dan Pola Hidup jadi Penyebab Turunnya Visus
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan, yang menjelaskan sejumlah faktor mulai dari usia, pola hidup tidak sehat, hingga penggunaan gadget berlebihan yang bisa memengaruhi ketajaman penglihatan (visus).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Banyak orang tidak menyadari penglihatannya sudah menurun sampai diperiksa baik minus, plus, atau gangguan lain.
Hal itu diungkapkan Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan, yang menjelaskan sejumlah faktor mulai dari usia, pola hidup tidak sehat, hingga penggunaan gadget berlebihan yang bisa memengaruhi ketajaman penglihatan (visus).
“Kadang orang tidak sadar penglihatannya sudah berkurang. Hanya setelah diperiksa, baru tahu ternyata sudah minus atau plus,” ujar Fitriani dalam diskusi terkait kegiatan pemeriksaan mata gratis yang baru saja digelar, Selasa 16 Desember 2025.
Selain kebiasaan membaca dengan pencahayaan kurang atau jarak terlalu dekat, Fitriani menekankan bahwa penggunaan gawai yang terlalu lama juga menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan mata saat ini, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Namun, Fitriani memastikan bahwa Kota Cimahi telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC), sehingga semua warga, termasuk yang tidak memiliki BPJS Kesehatan atau belum terdaftar tetap bisa mengakses pemeriksaan mata dan bahkan kacamata gratis, selama kuota masih memungkinkan.
“Insyaallah di Kota Cimahi semuanya bisa ter-cover. Untuk masyarakat yang tidak mampu, sudah masuk UHC," jelasnya.
Kalau belum tercover di sini, bisa lewat BPJS karena kita sudah menerapkan skema itu,” sambungnya.
Bahkan, jika peserta melebihi target awal 1.000 orang, ia berjanji akan tetap difasilitasi asal tidak terlalu banyak.
Kegiatan pemeriksaan ini merupakan kolaborasi pertama kalinya Pemkot Cimahi dengan Lions Club, organisasi sosial yang memiliki program pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis sebagai agenda rutin setiap tahun.
Ketua Lions Club Wilayah I sekaligus Ketua APSAI Jawa Barat, Dewi Kulsum mengungkapkan, program ini bekerja sama dengan Optik Seis Jawa Barat dan PKK Jawa Barat.
“Kami menyalurkan sekitar 30.000 kacamata di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat setiap tahun. Secara nasional, jumlahnya mencapai sekitar 100.000 unit,” ujar Dewi.
Dewi menyebut, segmentasi penerima kacamata juga disesuaikan, antara lain untuk anak-anak dengan minus 1 sampai minus 6, dan untuk dewasa dengan plus 1 sampai plus 3.
Meskipun kolaborasi dengan Pemkot Cimahi baru pertama kali, Dewi mengakui bahwa kegiatan serupa telah banyak dilakukan di berbagai daerah lain di Jawa Barat.
“Kalau dengan Pemkot Cimahi memang baru pertama kali, tapi kami sudah sering melakukan ini di tempat lain," imbuhnya.
"Harapannya bisa membantu lebih banyak orang yang butuh, terutama yang tidak mampu membeli kacamata sendiri,” tutupnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

