Kesaksian Muniroh, Korban Selamat Laka Maut Bus Purnama Sari

Jalur aretri Bandung-Subang via Lembang, selalu punya cerita. Salah satunya, cerita mengenai kecelakaan lalu lintas. Medan curam dengan tikungan tajam telah menelan banyak nyawa.

Kesaksian Muniroh, Korban Selamat Laka Maut Bus Purnama Sari

INILAH, Purwakarta – Jalur aretri Bandung-Subang via Lembang, selalu punya cerita. Salah satunya, cerita mengenai kecelakaan lalu lintas. Medan curam dengan tikungan tajam telah menelan banyak nyawa.

Sabtu (18/1/2020) sore WIB, kecelakaan maut itu terulang. Kali ini, melibatkan kendaraan Bus Pariwisata Purnama Sari Nopol E 7808 W. Bus yang mengangkut ibu-ibu PKK dari daerah Depok itu mengalami kecelakaan tunggal. Bus tersebut mengalami kerusakan parah di bagian atasnya karena terguling setelah menambrak pohon dan tebing di sisi jalan.

Lokasi kejadian sendiri, tepat di Jalan Palasari, Kampung Nagrog, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Akibat kecelakaan ini, 8 penumpang bus dikabarkan meninggal dunia, sejumlah penumpang lainnya luka-luka.

Seluruh korban kecelakaan, saat itu juga telah dievakuasi ke RSUD Ciereng Subang. Petugas kepolisian pun langsung melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab kecelakaan bus pariwisata ini.

Waka Polres Subang Kompol Ahmad Faisal Pasaribu, menuturkan, penyebab papsti kecelakaan maut ini masih diselidiki jajarannya. Dugaan sementara, kecelakaan tersebut akibat bus pariwisata ini mengalami rem blong.

“Dugaan awal, kecelakaan ini akibat sistem pengereman di bus PO Purnama Sari mengalami masalah. Tapi, untuk lebih memastikan, penyebabnya masih diselidiki,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Muniroh (47) salah seorang korban selamat menuturkan, tidak ada gelagat apapun sebelum bus yang ditumpanginya ini mengalami kecelakaan. Dirinya pun tak tahu persis apa yang menjadi penyebabnya, karena peristiwa itu berlangsung sangat cepat.

“Saat itu kami hendak pulang ke Depok usai berwisata ke Tangkuban Perahu. Namun, beberapa meter dari lokasi kejadian tiba-tiba laju bus mengencang dan tidak berselang lama bus terguling,” ujar Muniroh di rumah sakit.

Muniroh menjelaskan, saat itu dirinya duduk persis di belakang kursi sopir. Sehingga, saat kecelakaan tersebut terjadi, dirinya tahu persis karena melihat langsung kejadian tersebut. Bahkan, kata dia, sebelum kejadian sopir sempat berhenti dulu untuk memeriksa ban.

“Pas di turunan yang menikung, itu mobil kita sudah terdorong ke sebelah kanan dan langsung terguling. Saya pikirnya kita terguling ke jurang. Pas lihat kondisi penumpang lain, sudah bertumpuk. Saya coba keluar dari mobil karena takut terguling lagi karena khawatir jurang,” ungkap Muniroh

Beruntung, dalam kecelakaan ini Muniroh hanya mengalami luka lecet dan memar dibeberapa bagian tubuhnya akibat benturan. dirinya sangat bersyukur, karena masih bisa selamat dalam kecelakaan mengerikan itu. (Asep Mulyana)


Editor : Bsafaat