Kesiapan BPBD Kota Bandung Masih Terus Dibenahi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Riswandi mengakui kesiapan instansinya masih terus dibenahi terutama dari sisi tim internal.

Kesiapan BPBD Kota Bandung Masih Terus Dibenahi
Menurutnya, selama ini BPBD Kota Bandung lebih mengedepankan fungsi koordinasi lintas instansi ketika terjadi bencana. Dukungan peralatan dan personel, BPBD berkoordinasi dengan BPBD Jabar serta kantor SAR. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Riswandi mengakui, kesiapan BPBD dalam penanganan bencana masih terus dibenahi terutama dari sisi tim internal dan sumber daya manusia.

Menurutnya, selama ini BPBD Kota Bandung lebih mengedepankan fungsi koordinasi lintas instansi ketika terjadi bencana. Dukungan peralatan dan personel, BPBD berkoordinasi dengan BPBD Jabar serta kantor SAR.

“Kalau dari peralatan kita sudah coba koordinasi dengan BPBD provinsi. Kemudian dengan kantor SAR. Jadi mereka insyaallah support,” kata Didi, Sabtu 31 Januari 2026.

Ia menjelaskan, penanganan kebencanaan di Kota Bandung sejatinya sudah berjalan bahkan sebelum BPBD berdiri. Sejumlah instansi telah lebih dulu menjalankan peran masing-masing dalam penanganan darurat.

“Di Kota Bandung, sebenarnya relatif sudah berjalan ketika belum ada BPBD juga. Penanganan darurat sungai ditangani oleh DSDBM, kemudian tim rescue ada di Damkar. Kemudian medisnya juga sudah berjalan,” ucapnya.

Didi menyebut, salah satu fungsi utama BPBD adalah sebagai koordinator antarinstansi tersebut. Namun di luar fungsi koordinasi, BPBD juga dituntut memiliki kemampuan penanganan langsung di lapangan melalui tim internal.

“Yang memang salah satu fungsi dari BPBD adalah fungsi koordinasi. Tapi di samping fungsi koordinasi, ada tim kecil di BPBD yang bisa melakukan hal tersebut. Itu yang belum atau sedang dibentuk sambil berjalan,” ujar dia.

Ia menambahkan, keberadaan tim internal seperti rescue dan personel yang memahami penanganan medis menjadi kebutuhan penting agar koordinasi di lapangan bisa lebih cepat dan efektif. 

“Rescue kita harus punya. Tim yang paham medis mungkin harus punya, biar koordinasi lebih gampang,” jelasnya.

Didi memastikan saat ini BPBD Kota Bandung sebenarnya sudah memiliki personel, namun jumlahnya masih terbatas. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. “Personelnya sudah, cuma sedikit,” ujar Didi.

Sebagai langkah penguatan, BPBD Kota Bandung berencana meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dasar kebencanaan. Dalam waktu dekat, BPBD akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen dasar kebencanaan secara bertahap.

“Kemarin rencana ada 10 atau 15 yang mau kita diklatkan untuk manajemen dasar kebencanaan. Kemudian kita dua tahapkan, mau kita latih dulu. Melalui penguatan kapasitas internal dan pelibatan masyarakat, harapan kami kesiapsiagaan bencana di Kota Bandung dapat semakin optimal meski dilakukan secara bertahap," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani