Kesulitan Buang Sampah Besar, DLH Kota Bandung Siap Bantu Tanpa Biaya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyatakan, kesiapannya membantu warga yang kesulitan membuang sampah berukuran besar seperti kasur bekas, perabot rusak dan limbah rumah tangga non-rutin lainnya. Layanan ini diberikan secara gratis untuk masyarakat, selama masih berada di wilayah Kota Bandung.

Kesulitan Buang Sampah Besar, DLH Kota Bandung Siap Bantu Tanpa Biaya

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyatakan, kesiapannya membantu warga yang kesulitan membuang sampah berukuran besar seperti kasur bekas, perabot rusak dan limbah rumah tangga non-rutin lainnya. Layanan ini diberikan secara gratis untuk masyarakat, selama masih berada di wilayah Kota Bandung.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto menyampaikan, bahwa warga cukup menghubungi pihaknya apabila menemui kendala membuang sampah besar. Ia menegaskan, membuang sampah ke sungai bukanlah solusi karena dapat memicu bencana seperti banjir.

"Kalau ada warga yang kesulitan membuang sampah ukuran besar, silakan hubungi DLH Kota Bandung. Selama masih wilayah Kota Bandung, kami bantu. Jangan buang ke sungai, nanti bisa menyebabkan banjir," kata Darto pada Kamis 11 September 2025.

Ia mencontohkan, penanganan DLH terhadap tumpukan sampah di Rumah Makan Sambara yang terdampak kerusuhan beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengangkutan sampah dari lokasi tersebut.

"Rumah Makan Sambara itu kan akibat kerusuhan kemarin. Sampai hari ini kami masih bantu angkut sampahnya. Sudah ada 11 rit, masing-masing 6 meter kubik. Jadi total sekitar 66 meter kubik sampah yang kami angkut dari sana," ucapnya.

Menurut Darto, pengangkutan masih berlanjut karena di lokasi masih terdapat kerusakan seperti lantai keramik yang pecah. Ia menegaskan, semua bantuan itu diberikan secara cuma-cuma.

"Gratis dong. Tidak ada layanan yang dibayar, kecuali di area komersial dan untuk sampah komersial. Kalau sampah insidental seperti ini, kami bantu angkat tanpa biaya," ujar dia.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa pihaknya tetap menunggu permintaan resmi dari pemilik bangunan yang terdampak, sebelum melakukan tindakan lebih lanjut. Hal ini disampaikannya terkait bangunan di sebelah Rumah Makan Sambara yang juga terbakar namun belum mengajukan permintaan bantuan.

"Di sebelah Sambara ada satu unit bangunan yang terbakar. Itu juga belum ada permintaan kepada kami, jadi kami belum bisa menangani. Kami tidak tahu itu bangunan apa, apakah masuk asuransi atau tidak. Jadi harus dipilah dulu, mana barang yang masih bisa dimanfaatkan oleh pemilik dan mana yang harus dibuang," tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti