Kisruh Internal Golkar Cianjur, Diduga Ada Intimidasi Jelang Musda
Kisruh yang terjadi menjelang Musda Golkar Cianjur diduga adanya upaya intimidasi kepada salah satu kader
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dugaan adanya intimidasi terhadap kader menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Cianjur mencuat.
Dugaan itu disampaikan kuasa hukum Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Pagelaran, M Ridwan Baehaki, usai kliennya memenuhi Surat Panggilan Klarifikasi III di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Senin (13/7/2026).
Kuasa hukum Ridwan, Adi Supriadi, menduga mekanisme organisasi digunakan untuk memberikan tekanan kepada kliennya setelah menyatakan dukungan kepada salah satu bakal calon Ketua DPD Golkar Cianjur.
“Jika benar instrumen organisasi digunakan untuk menekan kader karena pilihan politiknya dalam Musda, maka terdapat dugaan intimidasi struktural yang mencederai demokrasi internal partai,” kata Adi, Selasa (14/7/2026).
Menurut Adi, dugaan tersebut berangkat dari proses klarifikasi yang dinilai tidak berjalan sesuai prosedur.
Ridwan, kata dia, telah memberikan kuasa hukum saat menerima Surat Panggilan Klarifikasi I. Namun, setelah itu tidak ada proses klarifikasi lanjutan, sementara kliennya mengaku tidak pernah menerima Surat Panggilan Klarifikasi II.
Meski demikian, Surat Panggilan Klarifikasi III yang diterima Ridwan justru menyebut dirinya tidak memenuhi panggilan kedua.
Selain itu, saat memenuhi panggilan di Kantor DPD Golkar Cianjur, Ridwan mengaku hanya diterima oleh pihak sekretariat dan tidak bertemu dengan Ketua DPD Golkar Cianjur TB Mulyana Syahrudin maupun Sekretaris DPD Asep Iwan Gusniardi yang menandatangani surat tersebut.
“Saya datang karena menghormati organisasi. Tapi yang menerima saya hanya pihak sekretariat. Ketua dan Sekretaris DPD yang menandatangani surat panggilan justru tidak menemui saya,” ujar Ridwan.
Ridwan mengaku persoalan yang dihadapinya baru muncul setelah dirinya menyatakan dukungan kepada Metty Triantika dalam kontestasi Musda Partai Golkar Kabupaten Cianjur.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur Mohammad Irfan Toyalisi menyebut dugaan tekanan tidak hanya dialami Ridwan. Menurutnya, sedikitnya enam Ketua PK yang mendukung Metty Triantika disebut mengalami pergantian menjelang Musda.
“Kami melihat ada pola terhadap PK yang memberikan dukungan kepada Bu Metty. Karena itu kami menduga terdapat manuver politik melalui instrumen organisasi,” kata Irfan.
Editor : Ahmad Sayuti

