KNCI: Pangsa Pasar Jabar untuk Pulsa Terhitung Paling Tinggi

Kesatuan Niaga Celluer Indonesia (KNCI) menggelar Munas dan Jamnas VI di Bandung, Selasa 15 November 2022. Bukan tanpa alasan acara rutin dua tahunan itu digelar di Jabar.

KNCI: Pangsa Pasar Jabar untuk Pulsa Terhitung Paling Tinggi
"Pangsa pasar Jabar untuk pulsa itu secara nasional paling tinggi. Dengan jumlah hingga mencapai 21 ribuan pun Jabar berkontribusi besar di pasar seluler KNCI," kata Azni.  (doni ramdhani)

INILAHKORAN, Bandung - Kesatuan Niaga Celluer Indonesia (KNCI) menggelar Munas dan Jamnas VI di Bandung, Selasa 15 November 2022. Bukan tanpa alasan acara rutin dua tahunan itu digelar di Jabar.

"pangsa pasar Jabar untuk pulsa itu secara nasional paling tinggi. Dengan jumlah hingga mencapai 21 ribuan pun Jabar berkontribusi besar di pasar seluler KNCI," kata Azni. 

Dia menyebutkan, pangsa pasar itu disusul Jatim di peringkat selanjutnya. Azni menyebutkan, Jabar pun relatif istimewa. Pasalnya, produk seluler di Tatar Priangan relatif lebih lengkap dibandingkan provinsi lain.

Sedangkan, Ketua Pelaksana Munas dan Jamnas VI KNCI Fathurohman mengakui pandemi memberikan dampak signifikan bagi para pegiat seluler. 

"Karena kita itu sifatnya offline, dari sisi penjualan anjlok hingga 70%. Itu terjadi karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat," ujar Fathurohman.

Meski demikian, dia memastikan para pegiat seluler atau konter pulsa itu tetap eksis hingga saat ini.

"Nggak cuma itu, kita pun tetap tumbuh dan bagus. Keberadaan konter pulsa ini juga membuka lapangan kerja dan menjadi alternatif usaha di luar sektor formal," jelasnya.

Penyerapan tenaga kerja itu pun diamini Ketua Jabar Outlet Seluler (JOS) Deni Abidin. Dia mengatakan, konter pulsa itu sebenarnya meringankan beban pemerintah terkait menekan jumlah angka pengangguran.

Untuk itu, secara kelembagaan KNCI mengharapkan pemerintah tidak memandang sebelah mata terkait keberadaan 200-300 ribuan konter pulsa di Tanah Air. Setidaknya, pemerintah bisa memberikan dukungan berupa regulasi terkait pasar pulsa

"Khususnya pembatasan nominal pulsa. Di atas Rp50 ribu itu bisa dibual bebas. Tapi pulsa di bawah Rp40 ribu itu rekan-rekan marketplace tidak menjualnya. Dengan demikian, konter pulsa dan outlet offline bisa tetap tumbuh. Toh, kita ini pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan modal," tutunya.***


Editor : Doni Ramdhani