Harga Beras Jabar Stabil, Bapanas Pastikan Stok Aman hingga 2027

Bapanas memastikan harga beras di Jawa Barat masih sesuai HET. Stok beras juga aman hingga 2027 berkat penyerapan gabah oleh Bulog.

Harga Beras Jabar Stabil, Bapanas Pastikan Stok Aman hingga 2027
Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras saat melakukan sidak terhadap para pedagang beras di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/8/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga dan ketersediaan beras di Jawa Barat (Jabar) masih aman. Hasil pemantauan di sejumlah pasar di Kota Bandung menunjukkan harga beras masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas Jhon Hendra mengatakan, pemantauan harga dan mutu beras dilakukan bersama Polda Jabar dan Perum Bulog untuk memastikan harga di tingkat pedagang tetap sesuai ketentuan.

“Dari dua titik yang kita lihat tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp13.500 dan premium di Rp14.900,” kata Jhon di Bandung, seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).

Selain beras medium dan premium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga masih dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram.

“Jadi, secara umum harga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Tak hanya memantau harga, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu beras juga mengecek ketersediaan stok dengan menanyakan langsung kepada para pedagang.

Hasil pemantauan menunjukkan stok beras di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

“Stok beras kita masih aman untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana,” katanya.

Bulog Serap Gabah Petani

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jabar Yuliani Alzam mengatakan, Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani sejak awal tahun sebagai langkah menjaga ketersediaan beras, terutama di tengah musim kemarau.

“Jadi, dalam kaitannya dengan musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan penyerapan gabah dan per hari ini tembus di angka 640 ribu ton,” kata Yuliani.

Menurut Yuliani, penyerapan gabah akan kembali dimaksimalkan pada September hingga November. Pasalnya, sejumlah daerah di Jawa Barat diperkirakan memasuki masa panen pada periode tersebut.

“Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen, sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan,” ujarnya.

Dengan penyerapan gabah yang terus dilakukan, Yuliani memastikan stok beras di Jawa Barat mencukupi hingga 2027. Masyarakat pun diimbau tidak khawatir terhadap ketersediaan pasokan maupun harga beras.

“Dengan 640 ribu ton stok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027,” katanya.


Editor : Ahmad Sayuti