Antisipasi Dampak El Nino, 2.227 KPM di Cimahi Terima Bantuan Rastrada 30 Kg

Pemkot Cimahi menyalurkan bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) sebanyak 30 kg kepada 2.227 KPM untuk mengantisipasi dampak kemarau dan El Nino.

Antisipasi Dampak El Nino, 2.227 KPM di Cimahi Terima Bantuan Rastrada 30 Kg
Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) ke salah seorang KPM untuk mengantisipasi dampak kemarau dan El Nino.

INILAHKORAN.ID - Sebanyak 2.227 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Kota Cimahi telah menerima bantuan pangan melalui program beras Sejahtera Daerah atau Rastrada di tengah fenomena El Nino.

Warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Uha (70) mengaku senang bisa mendapat tiga karung beras secara cuma-cuma alias gratis.

"Alhamdulillah senang dapat beras gratis tiga karung. Cukup buat dua bulan makan, enggak usah beli," kata Uha, Senin (17/8/2026).

Bagi lansia dengan penghasilan terbatas ini, penghematan belanja beras selama dua bulan menjadi pertolongan yang sangat terasa lantaran uang yang tersisa dapat dialihkan untuk kebutuhan obat, kebutuhan rumah tangga lain atau keperluan mendesak yang seringkali harus ditunda.

"Sisa uangnya jadi bisa dipake beli obat-obatan dan kebutuhan lain," ucapnya.

Diketahui, dalam program Rastrada ini setiap keluarga yang terpilih menerima tiga karung beras, masing-masing berisi 10 kilogram, sehingga total yang diterima setiap rumah tangga mencapai 30 kilogram. 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, program ini dirancang untuk meringankan beban belanja kebutuhan pokok dalam kurun waktu dua bulan ke depan, tepat di masa puncak musim kemarau yang seringkali memicu kenaikan harga pangan.

"Yang menjadikan program ini istimewa, para penerimanya justru mereka yang namanya belum masuk dalam daftar Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), program utama pemerintah pusat, meskipun kondisinya tergolong membutuhkan," kata Ngatiyana.

Ngatiyana menyebut, semua telah tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), lalu diverifikasi dan divalidasi secara bertahap agar tidak terjadi tumpang tindih dengan penerima bantuan nasional, dengan prioritas utama bagi penyandang disabilitas dan warga lanjut usia.

"Langkah ini, bukan sekadar membagikan beras, tapi wujud tanggung jawab daerah untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan hanya karena belum terjangkau jaring pengaman nasional," ujarnya.

Tak cuma itu, lanjut Ngatiyana, lenerima manfaat juga telah melalui proses seleksi ketat, dimana nama-nama disandingkan satu per satu dengan daftar penerima bantuan pusat untuk memastikan ketepatan sasaran. 

Ia menuturkan, kelompok yang paling diprioritaskan meliputi lansia yang tinggal sendiri, penyandang disabilitas, serta rumah tangga yang penghasilannya belum mencukupi namun belum terdata dalam sistem nasional. 

"Mudah-mudahan ini sedikitnya bisa membantu masyarakat. Mudah-mudahan kami tetap bisa berbuat baik kepada masyarakat, baik itu melalui Rastrada, beras murah, dan sebagainya untuk membantu kesulitan masyarakat," tuturnya.

Ngatiyana berharap bantuan ini dapat menekan pengeluaran harian keluarga sehingga kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain.

"Sekarang kemarau panjang, kondisi air sulit. Tapi alhamdulillah kami masih bisa membagikan beras untuk kepentingan masyarakat, untuk menghindari kesulitan-kesulitan di tengah kemarau panjang. Mudah-mudahan ini sedikit membantu," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti