44 Peserta Ohan Hafiz Tasik Diwisuda, Viman Bidik Lulusan Kuliah di Oxford & Harvard
44 peserta Ohan Hafiz Kota Tasikmalaya diwisuda. Viman Alfarizi menargetkan lulusan mendapat beasiswa hingga kuliah di Oxford dan Harvard.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sebanyak 44 peserta program One Kelurahan One Hafiz (Ohan Hafiz) Angkatan I Kota Tasikmalaya resmi diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan selama 12 bulan.
Prosesi wisuda berlangsung di Pelataran Masjid Agung Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026). Namun, bagi Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan, wisuda tersebut bukan menjadi akhir perjalanan para penghafal Al-Quran.
Viman justru menargetkan para lulusan Ohan Hafiz dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.
Bahkan, Viman bermimpi ada anak-anak asal Kota Tasikmalaya yang mampu menempuh pendidikan di kampus kelas dunia seperti Oxford dan Harvard.
"Saya bermimpi ada 10 dari Kota Tasikmalaya yang bisa mengenyam pendidikan di luar negeri, di Oxford, di Harvard dan lain sebagainya, kemudian kembali ke Kota Tasikmalaya untuk membangun Kota Tasikmalaya," kata Viman seusai prosesi wisuda.
Menurut Viman, pemerintah daerah harus hadir membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi lulusan Ohan Hafiz. Mereka tidak hanya diarahkan menjadi penghafal Al-Qur'an atau berdakwah, tetapi juga perlu dibekali pendidikan dan keterampilan untuk menunjang masa depan.
Viman mengatakan, para lulusan Ohan Hafiz nantinya akan diintegrasikan dengan berbagai program beasiswa yang dimiliki pemerintah. Saat ini, terdapat 100 penerima beasiswa yang sedang berjalan, sementara Pemkot Tasikmalaya juga mempersiapkan program beasiswa bagi penerima berikutnya.
"Dan Ohan Hafiz akan menjadi prioritas. Kita bantu persiapannya, kita bantu nanti pendidikan untuk pelatihan bahasanya, kita bantu pelatihan keterampilannya sehingga nanti pada waktunya mereka akan siap," ujarnya.
Ia menilai kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri sebenarnya terbuka melalui berbagai skema beasiswa, termasuk LPDP. Menurutnya, pemerintah perlu membantu masyarakat memperoleh informasi sekaligus membangun jejaring agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan.
"Yang harus kita lakukan adalah membuka aksesnya. Pemerintah Kota Tasikmalaya harus bisa berkomunikasi, harus bisa membuka akses, dan membawa, menghadirkan itu ke warga Kota Tasikmalaya," katanya.
Viman menegaskan, program Ohan Hafiz merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tasikmalaya untuk mencetak generasi Qur'ani sekaligus mendukung program prioritas Tasik Religius.
Ia mengakui pelaksanaan program tersebut tidak mudah di tengah keterbatasan fiskal daerah. Meski demikian, Pemkot Tasikmalaya tetap mempertahankannya karena program Ohan Hafiz dinilai memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan sumber daya manusia.
"Setahun telah dilalui dan alhamdulillah perjuangan untuk melahirkan generasi Qur'ani di Kota Tasikmalaya ini terwujud," ujar Viman.
Pada Angkatan I, sebanyak 44 peserta berhasil menyelesaikan program Ohan Hafiz. Mereka tersebar di empat zona pembinaan.
Zona I di Ponpes Nurul Hidayah II memiliki 14 peserta, Zona II di Ponpes Sulalatul Huda sebanyak 13 peserta, Zona III di Al Hasanah sebanyak 12 peserta, dan Zona IV di Tahfizul Qur'an Nurul Iman sebanyak lima peserta.
Dari 44 peserta tersebut, sebanyak 26 orang telah mencapai hafalan 30 juz. Kemudian, enam orang memiliki hafalan 20–29 juz, sedangkan 12 peserta lainnya memiliki hafalan 11–19 juz.
Program Ohan Hafiz tersebut didukung 20 pembina yang terdiri atas 12 pembina bidang tahfiz dan delapan pembina bidang tahsin.
Viman berharap capaian Angkatan I menjadi pijakan untuk mengembangkan program Ohan Hafiz pada masa mendatang. Para peserta juga akan dibekali sertifikat yang dapat mendukung mereka dalam melanjutkan pendidikan.
"Kita pun ada sertifikat yang diakui, sehingga salah satunya bisa melanjutkan di SMA-nya. Kemudian yang ingin berkuliah, sertifikat tersebut juga diakui," katanya.
Pemkot Tasikmalaya, lanjut Viman, juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar Kota Tasikmalaya serta sekolah menengah melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan.
Dengan demikian, program Ohan Hafiz diharapkan tidak berhenti pada pencapaian hafalan Al-Qur'an. Program tersebut juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi muda Kota Tasikmalaya yang religius, berpendidikan, dan memiliki daya saing.
"Program ini bukan hanya melahirkan penghafal-penghafal atau berdakwah di masjid-masjid, tapi kita harus integrasikan program ini dengan program lainnya yang terkait dengan pendidikan," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

