Majalengka Bukukan Surplus Beras 122.421 Ton

Hingga Juli 2026, Pemkab Majalengka mencatat surplus beras sebesar 122.421 ton dengan posisi ketersediaan mencapai 294.086 ton dan kebutuhan 171.666 ton.

Majalengka Bukukan Surplus Beras 122.421 Ton
ilustrasi/dok

INILAHKORAN.ID - Hingga Juli 2026, Pemkab Majalengka mencatat surplus beras sebesar 122.421 ton dengan posisi ketersediaan mencapai 294.086 ton dan kebutuhan 171.666 ton.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, surplus beras tersebut menjadi salah satu capaian pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung produktivitas petani.

"Pada sektor ketahanan pangan, Majalengka juga mencatat capaian positif," kata Eman dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pemerintahan daerah terus meningkatkan dukungan terhadap sektor pertanian, terutama melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur pengairan untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.

Pihaknya pun telah menyalurkan 119 unit irigasi pompa dan 37 unit irigasi pipa untuk mendukung pengairan lahan pertanian di sejumlah wilayah.

"Penguatan infrastruktur pertanian terus kami lakukan, termasuk melalui pembangunan dan dukungan jaringan irigasi untuk membantu petani meningkatkan produktivitas," ujarnya.

Dukungan infrastruktur juga, kata dia, dilakukan melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Dia menyebutkan, pada 2026 rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan pada 12 daerah irigasi dengan cakupan mencapai 556 hektare dan nilai pekerjaan sebesar Rp2,6 miliar.

Selain rehabilitasi, pemerintah daerah membangun 27 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan nilai mencapai Rp48,6 miliar guna mendukung ketersediaan air untuk lahan pertanian.

"Pada komoditas jagung, Majalengka juga mencatat surplus 13.755 ton hingga Juli 2026, dengan ketersediaan 33.920 ton dan kebutuhan sebanyak 29.157 ton," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan dari sisi sarana produksi, penyerapan pupuk subsidi urea di Majalengka mencapai 20.153 ton atau 55,36 persen dari alokasi 36.400 ton.

Sementara pupuk NPK, terserap 17.110 ton atau 60,01 persen dari alokasi 28.514 ton dan pihaknya memastikan stok pupuk subsidi masih aman hingga Desember 2026.


Editor : Doni Ramdhani