Kemarau, Pemkab Majalengka Optimalkan 156 Irigasi untuk Jaga Produksi Pertanian
Hadapi musim kemarau 2026, Pemkab Majalengka mengoptimalkan 156 sarana irigasi, memperbaiki sodetan, dan menyiapkan pompa tenaga surya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemkab Majalengka mengoptimalkan sarana irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau 2026 yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting bagi petani untuk mempertahankan produksi dan mencegah gagal panen akibat kekurangan air.
“Kalau kondisi El Nino cukup kuat seperti sekarang, jangan sampai petani kita kehilangan hasil panen. Karena itu, kebutuhan air harus kita antisipasi sejak awal,” kata Eman di Majalengka, Rabu, (12/8/2026).
Salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Majalengka yakni mengoptimalkan 119 unit irigasi Perpompaan (Irpom) dan 37 unit irigasi Perpipaan (Irpip) yang telah disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.
Menurut Eman, sarana tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman, khususnya pada musim tanam kedua. Penggunaan Irpom dan Irpip juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan.
Selain mengoptimalkan sarana irigasi, Pemkab Majalengka juga memperkuat sistem pengairan melalui penanganan sodetan.
Eman mengatakan perbaikan tersebut telah berdampak terhadap kemampuan petani mengairi lahan pertanian, khususnya di wilayah utara Majalengka.
Eman mencontohkan, dari sekitar 2.000 hektare lahan pertanian di kawasan utara Majalengka, sebelumnya hanya sekitar 500 hektare yang berpotensi dipanen karena keterbatasan air.
Setelah penanganan sodetan dilakukan, seluruh lahan tersebut kini dapat ditanami dan memiliki peluang untuk dipanen.
“Perbaikan aliran air membuat cakupan lahan yang bisa dipanen meningkat. Yang sebelumnya hanya sebagian karena khawatir kekeringan, sekarang seluruh 2.000 hektare sudah memiliki peluang untuk dipanen,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekeringan di sejumlah wilayah, Pemkab Majalengka juga menyiapkan penanganan di Ligung, Bantarwaru, dan Leuweunghapit.
Salah satu solusi jangka pendek yang didorong adalah penggunaan pompa bertenaga surya. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pengairan sekaligus menekan biaya operasional yang harus dikeluarkan petani.
Sementara untuk jangka panjang, Pemkab Majalengka mengusulkan pembangunan sodetan sepanjang sekitar 700 meter di Saluran Sindupraja.
Kepala Dinas pertanian Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan pihaknya memastikan sarana Irpom dan Irpip yang telah diberikan kepada kelompok tani dapat beroperasi secara optimal.
“Kami tidak hanya menyalurkan sarana, tetapi juga mengecek pemanfaatannya di lapangan. Daerah yang rawan kekeringan terus kami petakan agar penanganannya lebih tepat,” kata Gatot.
Selain memperkuat pengairan, Pemkab Majalengka juga mendorong perbaikan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan.
Pemerintah daerah turut mengusulkan pembangunan embung di sejumlah wilayah, termasuk Mekarjaya, kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan air untuk pertanian.
Upaya menjaga produksi pangan juga dilakukan melalui penetapan 40.700 hektare lahan sebagai Lahan pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bersama ATR/BPN.
“Upaya tersebut diperkuat dengan penetapan 40.700 hektare lahan sebagai LP2B bersama ATR/BPN untuk menjaga ketersediaan lahan produksi pangan di Kabupaten Majalengka,” ujar Gatot.
Editor : Ahmad Sayuti

