Kolaborasi Pemprov Jabar-Shizouka, Boyong 21 Perusahaan Buka Ratusan Loker untuk Masyarakat
Kolaborasi kerjasama sister province antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Prefektur Shizouka Jepang, kembali berbuah manis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - kolaborasi kerjasama sister province antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Prefektur Shizouka Jepang, kembali berbuah manis.
Kali ini, dari hasil kolaborasi tersebut terwujud kegiatan job fair bertajuk Fuji No Kuni Mensetsukai–Work in Shizuoka, yang berhasil memboyong 21 perusahaan untuk hadir membuka ratusan lowongan kerja bagi masyarakat Jabar.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Faiz Rahman menuturkan, pihaknya menyambut baik karena kegiatan ini menandai solutifnya kedua daerah lintas negara tersebut.
"Job fair ini seri yang keenam. Sebelumnya, selama lima kali sudah menyerap 148 tenaga kerja asal Jawa Barat yang bekerja di Shizouka," ujar Faiz usai pembukaan job fair di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Sabtu 8 Februari 2025.
Momen ini sambung dia, juga menjadi ikhtiar Pemprov Jabar dalam upaya menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
Dimana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat November 2024 lalu, masih ada 1,77 juta orang yang masih menganggur.
"Memang peluang kesempatan kerja ini sangat terbatas, tapi dengan berbagai kolaborasi dan kerjasama seperti ini, mudah-mudahan makin banyak potensi lapangan kerja yang terbuka luas," harapnya.
Hadirnya 21 industri pada job fair kali ini lanjut Faiz, juga menjadi bukti bahwa Jepang kian percaya dengan potensi masyarakat Jabar.
"Kami punya harapan besar kedepannya. Peluang kerjasama ini semakin meluas dan tadi dalam salah satu kesempatan perkenalan, ada salah satu perusahaan dari Jepang yang akan membuka cabangnya di Indonesia," ucapnya.
Dia melanjutkan, ada sekitar 200 lowongan kerja yang dibuka dari 21 perusahaan asal Shizouka tersebut. Dimana semuanya membutuhkan tenaga ahli terampil.
"Manufaktur dan caregiver. Kebanyakan itu," terangnya.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Hendra Kusuma Sumantri menambahkan, terpenting bagi masyarakat Jabar yang berminat untuk bekerja di Jepang adalah dengan meningkatkan kemampuan bahasa.
Dia berharap, masyarakat dapat terus meningkatkan kemampuan bahasa, utamanya Jepang supaya lebih mudah diterima bekerja disana.
"Dari skill, In Syaa Allah. Tapi tidak kalah penting, dari sisi soft skill. Barangkali bahasa, karena yang dibutuhkan cukup tinggi (minimal) level N3 (menengah). Jadi itu menjadi kesulitan kita, mudah-mudahan dari teman-teman Dinas Pendidikan bisa mendorong banyak pelajaran bahasa Jepang," ungkapnya.
Seperti diketahui, ini bukan kali pertama Pemprov Jabar melalui Disnakertrans mengirimkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di luar negeri.
Terakhir, 24 orang PMI asal Jabar dikirimkan ke Slovakia untuk bekerja di sektor manufaktur, pada pabrik otomotif terbesar kedua di Benua Eropa, Stellantis.
Kepala Disnakertrans Jabar Teppy Wawan Dharmawan sebelumnya menargetkan dapat mengirimkan sekitar 400 ribuan PMI pada tahun ini, guna menekan TPT Jawa Barat.***
Editor : JakaPermana

