Kolong Jembatan Layang Pegambiran Ramai Pedagang
Sudah lebih dari setahun ini, kolong jembatan layang Pegambiran Kota Cirebon ramai oleh aktifitas pedagang. Awalnya, kolong jembatan layang yang menghubungkan kabupaten dengan Kota Cirebon menuju arah terminal bus Harjamukti itu, terlihat menyeramkan saat malam hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sudah lebih dari setahun ini, kolong jembatan layang Pegambiran Kota Cirebon ramai oleh aktifitas pedagang. Awalnya, kolong jembatan layang yang menghubungkan kabupaten dengan Kota Cirebon menuju arah terminal bus Harjamukti itu, terlihat menyeramkan saat malam hari.
Beberapa pengguna roda dua sempat mengeluh, ada rasa ketakutan kalau lewat diruas kolong jembatan tersebut. Beberapa kali sempat terjadi perampasan kendaraan karena tepat di beberapa ruas kolong jembatan layang Pegambiran situasinya gelap gulita.
"Satu tahun lalu saya tidak berani lewat kolong jembatan layang, jadi lebih memilih pakai ruas jalan atas. Tapi lewat bawah lebih cepat karena bisa langsung belok ke perumahan," kata Adi salah satu warga Perumnas Kota Cirebon.
Namun akunya, saat ini situasinya tidak menyeramkan lagi. Malahan, di beberapa bagian ruas kolong jembatan sudah banyak pedagang meskipun tidak buka 24 jam. Andai saja kolong jembatan pengelolaanya secara profesional, bisa jadi menjadi tempat kuliner yang bisa mendongkrak pelaku UMKM.
"Harusnya Pemkot Cirebon berkoordinasi dengan pemerintah pusat, bisa tidaknya kolong jembatan layang Pegambiran dikelola secara profesional," ucapnya.
Sementara itu, beberapa pedagang yang membuka usaha di bawah kolong jembatan layang mengaku, omzetnya cukup lumayan. Meskipun hanya warung kecil namun penjualan kopi dan rokok serta cemilan cukup menjanjikan. Apalagi di kiri kanan jalan, ada beberapa gudang perusahaan.
"Disini itu yang jualan banyak. Ruas ruasnya kan tidak hanya satu jadi dibagi beberapa skat kolong tergantung, dimana tiang panjangnya. Malahan ada juga yang buka bengkel motor dan cat mobil," kata pedagang bernama Dani.
Hal senada dikatakan pedagang pecel lele yang lokasinya cukup luas. Mulyadi yang hampir 6 bulan berjualan mengaku nyaman dengan lokasi yang ditempati saat ini. Meskipun dikolong jembatan layang, namun kondisinya bersih dan terlindungi dari curah hujan. Malahan, dia cukup membuka lapak tanpa harus memasang atap.
"Atapnya cukup betonan jembatan tempat kendaraan lewat diatasnya. Hujan besar juga tidak pernah bocor dan aman dari panas. Kalau malam cukup ramai karena kiri kanan jalan itu gudang-gudang perusahaan, jadi sopir-sopir banyak yang beli makan," akunya.
Dia menambahkan, tidak ada ke khawatiran ketika berjualan sampai malam. Masalahnya, sekarang kendaraan yang lewat cukup banyak ditambah penerangan listrik juga stabil karena saya pasang kwh sendiri.
Editor : Doni Ramdhani

