Korban Tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Mayoritas Kelahiran 90-an, 8 Orang Ultah
Mayoritas korban tabrakan KRL dengan Ka merupakan perempuan kelahiran tahun 90-an dan ibu muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) pada Senin malam, 27 April 2026, telah membuat banyak perempuan terutama ibu-ibu di media sosial merasakan patah hati.
RSUD Kota Bekasi merilis nama-nama dan tahun lahir korban yang berhasil dievakuasi dari gerbong khusus perempuan di KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.
Dalam daftar nama tersebut, korban tabrakan KRL dan KA ini kebanyakan permepuan kelahiran tahun 90-an.
Dan banyak diantaranya merupakan ibu muda yang harus meninggalkan anaknya di rumah untuk bekerja pulang malam naik KRL.
Melihat data daftar korban, banyak warganet yang mayoritas perempuan mengungkapkan rasa sakit hati hingga cerita mengenai korban yang mereka kenal.
"8 orang diantaranya ulang tahun ketika kejadian," tulis akun @rois.almtqn yang dibalas @ts_cumibawel, "pasti trauma itu pas tanggal lahir pula."
"Tadi baca katanya ada ibu yg hari ini masuk kerja setelah cuti melahirkan dan katanya si ibu itu MD (meninggal dunia) ya Allah, baca ini sembari menyusui anak rasanya aku sedih," tulis @ovaltinemillo_.
"Habis baca daftar korban kecelakaan KRL di Bekasi, rata-rata korbannya ternyata seumuran. Kelahiran 90-an. Sebagian dari mereka meninggal, di usia produktif, sedang padat-padatnya, sedang lelah-lelahnya, ada yg naru berkeluarg, ada yg baru mulai mapan, tapi tiba-tiba mimpi mereka terhenti.," tulis @__rnf.
"Sebagai workingmom yg selalu bawa coler bag, pasti ibu-ibu ini pada semangat pas jam pulang. Udah kebayang mukanya pada sumringah ga sabar ketemu babynya. Ya Allah kerja + menyusui itu bener-bener capek tapi mereka selalu semangat ngasih yang terbaik buat anaknya. Masukkan mereka ke surgamu ya Allah," tulis @mutiaknz.***
Editor : Irma Nurfajri

