Kota Bogor dikepung 18 Bencana, Dua Orang Tertimbun Longsor
Kota Bogor diguyur hujan deras dan angin kencang, tercatat ada 18 titik bencana yang masuk kedalam laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pada Minggu 24 Maret 2024 malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kota Bogor diguyur hujan deras dan angin kencang, tercatat ada 18 titik bencana yang masuk kedalam laporan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pada Minggu 24 Maret 2024 malam.
Menyikapi banyak bencana alam dalam semalam, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim langsng terjun ke beberapa titik bencana pada Senin 25 Maret 2024 dini hari.
Dedie tiba di lokasi sekitar pukul 00.10 WIB dan langsung melihat proses pencarian korban tertimbun bangunan dari peristiwa tanah longsor. Diketahui ada dua korban tertimbun longsor.
Dari dua korban tanah longsor yang tertimbun, satu diantaranya sudah berhasil dievakuasi sekitar pukul 23.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia atas nama Titin S (52). Sedangkan satu korban lainnya berhasil ditemukan pukul 03.25 WIB atas nama Subarjatin (65).
Diketahui proses pencarian dua korban longsor ini dilakukan tim gabungan dari BPBD Kota Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Tagana, PMI, TNI-Polri serta unsur potensi SAR lainnya.
"Hari ini Kota Bogor diguyur hujan lebat dengan intensitas 120 mili meter. Ini merupakan fenomena alam global warming yang menyebabkan beberapa hari terakhir terjadi cuaca panas yang luar biasa setelah diguyur hujan berhari-hari. Setelah mengalami cuaca panas, pada Minggu 24 Maret 2024 sejak sore hingga malam, Kota Bogor dilanda hujan diiringi dengan angin," ungkap Dedie didampingi Kalak BPBD Kota Bogor Hidayatulloh.
Dedie memaparkan, hingga pukul 00.20 WIB dari laporan yang masuk data sementara ada 18 titik bencana di Kota Bogor.
"Ada banjir lintasan, ada tanah longsor, kemudian juga TPT yang roboh dan pohon tumbang. Untuk yang menelan korban jiwa berlokasi di lebak Kantin RT 02 RW 07, Kelurahan Sempur, Kota Bogor. Sudah dilaksanakan proses pencarian dan evakuasi terhadap dua orang warga ya g tertimbun material longsor," terang Dedie.
Dedie menambahkan, dirinya ke lokasi kejadian longsor untuk memastikan evakuasi dijalankan dengan optimal, selain itu dirinya melakukan rapat kecil untuk pemetaan titik bencana.
"Jadi kami lihat dulu situasi ya seperti apa sekarang, sudah gelap kami tidak bisa menilai. Mungkin saat terang kami bisa melaksanakan proses penilaian, untuk memastikan apa warga apakah aman atau memang harus dipindahkan," tegas Dedie.
Ia memaparkan, sejauh ini dirinya sudah melakukan diskusi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait permasalahan yang terjadi akibat bencana alam.
"Jadi ke depan kami harus melaksanakan sebuah program yang masif untuk pembersihan saluran-saluran air, kemudian juga drainase termasuk kali dan sungai. Dan yang paling penting jangan lagi ada masyarakat yang buang sampah ke sungai, walungan, ke kali, ke drainase supaya tidak terjadi hambatan," papar politisi PAN ini.
Sementara itu, Kalak BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh mengungkapkan, tim gabungan juga berhasil mengevakuasi korban longsor di Kampung Ciparigi RT 01/09 Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara dengan selamat atas nama Sigit (42) pada Minggu 24 Maret 2024 malam.
"Korban yang sempat tertimbun longsor di rumahnya berhasil diselamatkan oleh petugas SAR gabungan bersama warga," terangnya.
Terpisah, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah memaparkan, korban longsor Ciparigi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dM langsung dilarikan ke RS terdekat.
"Alhamdulillah sudah dievakuasi sekarang dibawa ke Rumah Sakit (RS) FMC mudah mudahan bisa segera pulih tadi kondisinya sadar ya beliau atas nama pak Sigit," ungkap Riki.
Riki melanjutkan, turap di Ciparigi ini dihantam hujan sejak buka puasa.
"Magrib, mau buka puasa hujan deras, sampai malam masih hujan. Dan di Ciparigi ini ada yang coba kami evakuasi ke tempat aman ada 2 keluarga kami huntarakan di BPBD ke tempat aman," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

