Kronologi Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya: 29 Penumpang Selamat, 6 Meninggal Dunia

Kronologi evakuasi tenggelamnya Kmp Tunu Pratama Jaya.

Kronologi Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya: 29 Penumpang Selamat, 6 Meninggal Dunia

INILAHKORAN - Proses evakuasi korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kapal yang karam di lintasan Ketapang–Gilimanuk pada Rabu malam (2/7) pukul 23.35 WIB itu membawa total 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan.

Hari Pertama evakuasi: Penumpang Selamat Mulai Dievakuasi

Kamis (3/7), Basarnas mengonfirmasi 29 penumpang berhasil diselamatkan. Mereka dievakuasi dalam keadaan selamat ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Dari jumlah tersebut, 21 di antaranya merupakan warga Kabupaten Banyuwangi dan telah diserahkan kepada keluarga sekitar pukul 16.40 WIB.

Beberapa nama penumpang yang selamat antara lain: Saroji, Saiful Munir, Mansun, Romi Alfa Hidayat, Supardi, M. Farid Wajdi, hingga Dimas Hadi dan Eka Toniansyah. Mereka dievakuasi dalam kondisi stabil meskipun sempat mengalami trauma akibat insiden tersebut.

Korban Meninggal Dunia: Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Sementara itu, enam korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Identitas korban yaitu Anang Suryono, Eko Sastriyo, Elok Rumantini, Cahyani, Fitri April Lestari, dan Afnan Aqiel Mustafa. Jenazah tiba di Pelabuhan ASDP Ketapang pada Kamis malam sekitar pukul 20.15 WIB, setelah diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dan langsung diserahkan ke keluarga masing-masing.

Hari Kedua: Fokus Pencarian 30 Penumpang Lain

Hingga Jumat pagi (4/7), 30 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Basarnas memperkirakan bangkai kapal berada di kedalaman 50 hingga 55 meter. Area pencarian bergeser sejauh 12 nautical mile ke arah selatan karena pengaruh arus dan kondisi cuaca.

Operasi pencarian diperkuat dengan tambahan armada, termasuk kapal LSTM KRI Teluk Ende, KRI Tongkol, helikopter milik Baharkam, serta bantuan dari pihak swasta. Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ribut Eko S, menyebutkan operasi SAR tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan tim karena gelombang tinggi masih melanda perairan selatan Bali.

Arahan Menhub: Fokus Penyelamatan dan Keselamatan Tim

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang meninjau langsung ke Pelabuhan Ketapang menginstruksikan agar pencarian dilakukan maksimal, namun tetap mengutamakan keselamatan petugas. Seluruh investigasi teknis terkait penyebab tenggelamnya kapal akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).


Editor : Firda Rachmawati