Kuliah Tuntas Usaha Berkualitas

TANTANGAN masa depan menunggu generasi baru.Mahasiswa didorong tak hanya mencari kerja, tetapi berani menciptakan peluang.

Kuliah Tuntas Usaha Berkualitas
PERJUANGAN MAHASISWA: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menjadi pembicara pada Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 63 Sekolah Vokasi IPB University, Selasa (11/8). Menurut Dedie, perjuangan mahasiswa saat ini cukup berat, mulai dari menghadapi perubahan iklim, climate disaster, menciptakan energi terbarukan, hingga menjaga ketahanan pangan.

Oleh : Rizki Mauludi

Hari-hari pertama di kampus bukan sekadar mengenal ruang kelas, dosen, atau lingkungan baru. Bagi mahasiswa, masa pengenalan juga menjadi pintu menuju perjalanan panjang yang kelak membawa mereka berhadapan dengan persoalan dunia yang semakin kompleks.

Perubahan iklim, bencana akibat krisis iklim, kebutuhan energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga ketergantungan terhadap bahan bakar impor menjadi tantangan yang menunggu generasi baru.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim ketika menjadi pembicara dalam Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 63 Sekolah Vokasi IPB University, Selasa (11/8).

Menurut Dedie, mahasiswa hari ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Karena itu, masa kuliah tidak cukup hanya digunakan untuk mengejar ijazah.

“Jadi masa pengenalan kampus menjadi awal yang baik bagi para mahasiswa untuk memulai pembelajaran.

Saya berharap para mahasiswa baru ini memiliki pemahaman yang sama dalam mengisi berbagai peluang dan tantangan di masa depan dengan menyelesaikan studi di IPB University,” ungkap Dedie.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Dedie melihat ada ruang besar yang dapat diisi mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh di kampus dapat menjadi modal untuk membangun usaha sekaligus menciptakan solusi.

Dia mendorong mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University tidak hanya membayangkan masa depan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja.

“Ada peluang kemandirian usaha, jadi wirausaha, entrepreneurship dibangun.

Kemudian juga memanfaatkan bagaimana IPB ini punya banyak sekali hasil penelitian yang nantinya bisa jadi embrio usaha-usaha baru buat para mahasiswa yang nanti lulus,” paparnya.

Bagi Dedie, gelar sarjana atau lulusan perguruan tinggi tidak otomatis harus bermuara pada pekerjaan sebagai aparatur negara. Pilihan untuk menjadi pengusaha maupun mengembangkan inovasi juga terbuka lebar.

“Sebab, dalam memberikan kontribusi terbaik bagi daerah maupun Indonesia secara luas, lulusan perguruan tinggi tidak semuanya harus masuk menjadi pegawai negeri.

Namun, dapat memanfaatkan berbagai peluang melalui pengetahuan yang telah didapat,” paparnya.

Karena itu, dia mendorong mahasiswa membangun jiwa kewirausahaan yang berjalan beriringan dengan pengetahuan akademik.

“Manfaatkan peluang sebaik- baiknya, buat pondasi kemandirian, bisnis, dan banyak hal lain. Jadi tidak tergantung bekerja di BUMN, bekerja di pemerintah, tetapi juga entrepreneurship dibangun oleh vokasi itu datang dari Bogor,” jelasnya. (gin)


Editor : Inilahkoran