Kunci Ramadan yang Berkah, dr. Zaidul Akbar: Sederhanakan Sahur, Maksimalkan Ibadah

Dr. Zaidul Akbar membagikan saran agar ramadan penuh berkah.

Kunci Ramadan yang Berkah, dr. Zaidul Akbar: Sederhanakan Sahur, Maksimalkan Ibadah
dr. Zaidul Akbar menjelaskan kunci agar puasa penuh berkah.

INILAHKORAN - Bulan Ramadan bukan sekadar waktu untuk memilih menu sahur dan berbuka, tetapi lebih dari itu, merupakan momen untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat iman.

Dr. Zaidul Akbar, seorang dokter sekaligus pendakwah, mengingatkan agar umat Muslim tidak terlalu sibuk memikirkan makanan, melainkan lebih fokus pada ibadah.

Tingkatkan Ibadah, Kurangi Fokus pada Makanan

Menurut dr. Zaidul Akbar, banyak orang terlalu disibukkan dengan menu sahur dan berbuka, padahal esensi utama Ramadan adalah peningkatan iman dan ketakwaan.

Dia menyarankan agar umat Muslim memaksimalkan ibadah, misalnya jika biasanya membaca 1 juz Al-Qur’an per hari, bisa ditingkatkan menjadi 3 juz, atau jika biasanya shalat dhuha hanya 2 rakaat, bisa ditingkatkan menjadi 12 rakaat.

Menu sahur Simpel dan Sehat

Untuk sahur, dr. Zaidul Akbar menyarankan pola makan yang sederhana tetapi tetap bernutrisi. Ia merekomendasikan:

  • 7 butir kurma
  • 1 gelas air putih
  • Sedikit buah-buahan

Selain itu, ia juga menyarankan untuk rutin mengonsumsi minyak zaitun sebagai tambahan asupan sehat.

Setelah makan sahur, dr. Zaidul Akbar menganjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT, meminta agar makanan tersebut cukup untuk memberikan energi dan keberkahan sepanjang hari.

"Ya Allah, cukupkan energiku dengan apa yang aku makan ini dan berkahi, sehingga aku bisa lebih maksimal beribadah," ungkap dr. Zaidul Akbar.

Menurutnya, dengan pola pikir seperti ini, seseorang tidak perlu makan dalam jumlah banyak, karena keberkahan dalam makanan akan membantu mencukupi kebutuhan tubuh.

Disiplin dalam Menahan Lapar adalah Kunci

Dr. Zaidul Akbar juga mengutip sebuah prinsip penting: "Hunger is the first discipline" atau "Lapar adalah elemen pertama dari disiplin."

Ia menjelaskan bahwa jika seseorang mampu mengendalikan rasa lapar, maka ia akan lebih mudah mengontrol aspek lain dalam hidupnya.

Dengan demikian, Ramadan seharusnya tidak hanya menjadi ajang menikmati makanan lezat, tetapi lebih sebagai kesempatan untuk melatih kedisiplinan, meningkatkan ibadah, dan meraih keberkahan dari Allah SWT.


Editor : Firda Rachmawati