Kunjungan Kerja dan Silaturahmi KRPP TIM 8 ke Bandung: Angkat Potensi Budaya dan Silat

KRPP TIM 8 (Komite Relawan Penggerak Pancasila) di Bandung, Jawa Barat, tekankan pentingnya kolaborasi antara bela diri pencak silat dengan kearifan lokal guna mengenalkan seni di Jawa Barat.

Kunjungan Kerja dan Silaturahmi KRPP TIM 8 ke Bandung: Angkat Potensi Budaya dan Silat

INILAHKORAN, bandung, – krpp tim 8 (Komite Relawan Penggerak Pancasila) di bandung, Jawa Barat, tekankan pentingnya kolaborasi antara bela diri pencak silat dengan kearifan lokal guna mengenalkan seni di Jawa Barat.

Hal itu terungkap saat kunjungan kerja dan silaturahmi krpp tim 8 (Komite Relawan Penggerak Pancasila) di bandung, yang  dihadiri jajaran pimpinan, yaitu Ketua Umum Arif Hariman, Wakil Ketua Umum Herwandi, Sekretaris Jenderal Mangatur Simanjuntak, dan Bendahara Umum Hendri.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum krpp tim 8 Arif Hariman menekankan pentingnya kolaborasi dengan kearifan lokal Jawa Barat guna mengangkat potensi budaya seni dan beladiri silat yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.  “Kolaborasi ini diharapkan mampu membawa seni dan silat Jawa Barat ke panggung yang lebih luas,” ujar Arif.

Wakil Ketua Umum Herwandi menambahkan bahwa seni dan budaya dapat dijadikan sarana untuk menjaga budi pekerti generasi muda. “Dengan mengajarkan dan melestarikan seni budaya, kita menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa,” katanya.

Sekretaris Jenderal krpp tim 8, Mangatur Simanjuntak, menekankan pentingnya pembentukan wadah yang mampu mengelola organisasi secara profesional, tidak hanya menjalankan program, tetapi juga melakukan pembinaan berkala. Sementara itu, Bendahara Umum krpp tim 8, Hendri, menyoroti pengembangan ekonomi sebagai dukungan bagi seni dan budaya.

Ketua Umum Ghostrider Indonesia, Deni Ahmad Soleh, bersama Sekretaris Roni Rudiansyah, turut mengapresiasi gagasan krpp tim 8. Menurutnya, ide ini merupakan bentuk pengejawantahan dari amanat UUD 1945 Pasal 32 ayat 1 yang berbunyi: “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah perbedaan dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

“Gagasan ini sejalan dengan moto Ghostrider Indonesia, ‘PEMBURU’ (Pemersatu Budaya Rukun),” kata Deni. “Mari kita bersinergi menjaga dan melestarikan budaya, karena harkat martabat bangsa dapat dilihat dari budayanya. Hilang budayanya, hancur bangsanya,” tegasnya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama dalam melestarikan dan memajukan budaya lokal serta mengokohkan identitas bangsa.

 


Editor : tantan