Kunjungan Wisatawan di Kota Bogor Capai 192 Ribu di Libur Lebaran 2025
Kota Bogor mengalami lonjakan wisatawan sata libur panjang hari raya Idul Fitri 1446 H atau tahun 2025, hal ini berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang mencatat total 192.610 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata selama periode 28 Maret hingga 7 April 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kota Bogor mengalami lonjakan wisatawan sata libur panjang hari raya Idul Fitri 1446 H atau tahun 2025, hal ini berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang mencatat total 192.610 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata selama periode 28 Maret hingga 7 April 2025.
Angka tersebut melampaui target awal kunjungan yang dipatok sebesar 170.000 orang dan jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 137.872 wisatawan.
Kepala Bidang Pariwisata pada Disparbud Kota Bogor, Ayip Samsul Muarip memaparkan, lonjakan tertinggi terjadi pada hari H hingga H+3 Lebaran atau 31 Maret sampai 3 April 2025 dengan kenaikan sebesar 370,20 persen dibandingkan hari-hari sebelum Lebaran yaitu 28 Maret hingga 30 Maret 2025.
"Namun, jumlah pengunjung tercatat menurun 13,66 persen pada periode H+4 hingga H+7. Tingginya kunjungan menunjukkan daya tarik wisata Kota Bogor masih sangat diminati masyarakat saat libur panjang," tutur Ayip.
Ayip memaparkan, dampak positif juga terlihat dari tingkat keterisian kamar hotel. Data Disparbud menyebut, tingkat okupansi hotel sebelum libur lebaran hanya 26,78 persen. Namun saat liburan, angka tersebut melonjak hingga 77,25 persen, terjadi peningkatan sebesar 50,47 persen.
"Peningkatan ini didorong oleh berbagai strategi yang dilakukan pelaku industri perhotelan, seperti penawaran paket menginap lengkap dengan fasilitas makan-minum dan harga kompetitif. Hotel-hotel juga menerapkan pelayanan prima untuk menjaga kenyamanan wisatawan," paparnya.
Ayip menjelaskan, meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran, Disparbud tetap berkomitmen menjaga geliat sektor pariwisata dengan sejumlah program strategis.
"Ya, termasuk pelatihan SDM pariwisata, pengembangan daya tarik wisata, serta promosi melalui aplikasi LAKSA dan media sosial," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

