La Pulga dan Setitik Noda

LIONEL Messi adalah fenomena terbesar dalam sejarah sepak bola. Kariernya begitu sempurna meski ada setitik noda usai final Piala Dunia 2026.

La Pulga dan Setitik Noda
LIONEL Messi adalah fenomena terbesar dalam sejarah sepak bola

Messi menangis tak karuan usai Argentina takluk 0-1 menghadapi Spanyol di New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Magisnya tak mampu menyelamatkan La Pulga dari performa luar biasa La Furia Roja.

Usai laga melelahkan selama 120 menit, Messi hanya berjalan pelan di lapangan. Matanya sembab. Kepalanya berkali-kali menunduk meski sempat mencoba menguatkan diri dengan memandangi seantero stadion.

Di bar Cafe Relax di pusat bersejarah Buenos Aires, banyak penggemar menangis setelah peluit akhir kekalahan 0-1. Mereka mengatakan bahwa yang paling membuat mereka sedih adalah ini hampir pasti Piala Dunia terakhir Lionel Messi di usia 39 tahun.

"Aku merasa hampa. Hampa karena Messi, karena aku tidak akan bisa melihatnya lagi di Piala Dunia. Ini terakhir kalinya," ujar Camilo Cichero, seorang mahasiswa arsitektur berusia 22 tahun, sambil menghibur temannya yang menangis.

"Segalanya tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Setidaknya saya merasa lega karena dia memenangkan setiap gelar yang bisa dia menangkan." Setelah kampanye Piala Dunia 2026 yang melelahkan dan ditandai dengan serangkaian kemenangan tipis, rakyat Argentina tetap yakin bahwa tim mereka dapat berhasil mempertahankan gelar mereka di final di New Jersey. Namun nyatanya, apa yang terjadi berujung sebuah tragedi.

Tapi Messi tetaplah Messi. Dia kalah di final tetapi secara keseluruhan performanya benar-benar fantastis.

Dalam upayanya membawa Argentina juara dunia lagi, Messi memang benar-benar dominan. Tak cuma bikin delapan gol, Messi juga membuat empat assist. Itu artinya Messi berkontribusi hampir 75 persen dari total 19 gol Argentina di Piala Dunia.

Messi tahu bahwa Piala Dunia 2026 adalah panggung terakhirnya bersama Argentina, demikian juga dengan fans. Bukan akhir yang diinginkan La Pulga.

Tapi Di seluruh Buenos Aires, kembang api terus menerangi langit, klakson mobil berbunyi tanpa henti, dan ribuan penggemar berbondong-bondong menuju Obelisk – simbol terkenal dan lokasi tradisional bagi warga Argentina untuk merayakan sepak bola.

Banyak penggemar mengatakan bahwa meskipun tim mereka kalah, mereka tetap akan turun ke jalan untuk menyambut para pemain kembali ke kampung halaman.

Presiden Argentina Javier Milei juga mengunggah di media sosial: "Terima kasih banyak kepada para pemain!!! Kalian berjuang hingga saat-saat terakhir. Argentina akan selalu berbangga hati." Messi telah meninggalkan jejak yang sulit disamai pesepak bola manapun dalam puluhan hingga ratusan tahun ke depan.

Secara individu, dia adalah pemain dengan trofi terbanyak sepanjang sejarah sepak bola profesional dengan 48 piala bersama klub dan Timnas.

Dia telah meraih 8 kali Ballon d'Or, jumlah terbanyak dalam sejarah sepak bola. Lalu 6 Sepatu Emas Eropa, 2 Bola Emas Piala Dunia. Jangan dilupakan pula, Messi adalah pencetak gol dan assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Messi telah meraih segalanya secara pencapaian tim. Bersama Timnas Argentina, dia dua kali juara Copa America (2021,2024) dan sekali merajai Piala Dunia pada 2022.

Messi pun akan pergi dengan sebuah kebanggaan yang teramat tinggi. Dia bahkan telah memberi kata-kata yang mengisyaratkan kariernya bersama Tim Tango tamat usai Piala Dunia 2026.

"Hal terindah dari semua ini bukanlah sekadar gelar, tetapi seluruh perjalanan," tulis Messi.

Messi menyebut rekan-rekan satu timnya di Argentina sebagai sebuah keluarga. Dia mengaku begitu mencintai seluruh pemain, staff, hingga para suporter.

"Terima kasih kepada setiap rekan setim saya, kepada staf pelatih, dan kepada semua orang hebat yang bekerja setiap hari untuk menjaga Tim Nasional ini sebagai sebuah keluarga," tandasnya. (bsf)   

LIONEL MESSI Statistik di Piala Dunia 2026 Laga: 8 Menit: 741 Gol: 8 Assist: 12 Akurasi Umpan: 83% Kreasi Peluang: 24

Statistik Total bersama Argentina Laga: 207 Menit: 17120 Gol: 125 Assist: 68 Kartu Kuning: 9 Kartu Merah: 2


Editor : Inilahkoran