Sang Spesial di Laga Final
BUKAN Lamine Yamal ataupun Dani Olmo yang jadi penentu keberhasilan Spanyol merajai Piala Dunia 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Spanyol mengurung Argentina pada sepanjang laga dalam final di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (27/7) dini hari WIB. Namun dari sejumlah peluang yang ada, tak satupun berujung gol.
Spanyol harus menunggu hingga menit ke-106 untuk membobol gawang Emiliano Martinez. Yang mencetak gol, pemain pengganti Ferran Torres melalui sebuah sepakan keras.
Gol Torres pada babak tambahan waktu memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah, menyusul keberhasilan mereka pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Usai pertandingan, Ferran menegaskan gol yang dicetaknya bukan semata-mata milik dirinya, melainkan dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Spanyol yang memberikan dukungan selama turnamen.
"Pada akhirnya, gol itu menjadi milik 47 juta orang, bukan hanya milik saya ataupun 26 pemain," kata Ferran, dikutip dari laman resmi FIFA.
Pemain Barcelona itu mengaku keberhasilan meraih gelar terasa semakin spesial karena tim harus berjuang jauh dari negaranya.
"Sudah tertulis bahwa kami akan menang jauh dari masyarakat kami, tetapi kami membuat mereka terasa sedekat mungkin," ujarnya.
Pelatih Spanyol memasukkan Ferran Torres sebagai pemain pengganti ketika pertandingan masih berlangsung sengit.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Pada menit ke-106, Ferran memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang gagal dijangkau kiper Argentina Emiliano Martinez.
Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan sekaligus memastikan Spanyol menang 1-0 atas juara bertahan Argentina.
Ferran mengakui laga final menghadapi Argentina yang dipimpin Lionel Messi bukan pertandingan yang mudah.
Menurutnya, kehadiran Messi selalu menghadirkan tekanan tersendiri bagi setiap lawan. Namun, ia menilai Spanyol mampu mengatasi tekanan tersebut karena tetap percaya pada identitas permainan mereka.
"Semua final sulit, tetapi ketika menghadapi Messi, rasa gugup itu selalu muncul. Namun, kami bergantung kepada diri sendiri dan kembali membuktikannya." Gol di final juga menjadi momen pembuktian bagi Ferran Torres setelah sepanjang Piala Dunia 2026 ia kerap mendapat kritik atas performanya.
Penyerang berusia 26 tahun itu mengaku tetap berusaha fokus bekerja keras hingga akhirnya menjadi penentu kemenangan pada pertandingan terbesar dalam kariernya.
"Saya banyak dikritik sepanjang Piala Dunia, tetapi Tuhan selalu memberikan saya kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan." Gol tersebut menjadi penutup manis perjalanan Ferran di turnamen sekaligus mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah.
Kemenangan atas Argentina juga menegaskan dominasi La Roja yang tampil impresif sepanjang kompetisi dan mengakhiri penantian 16 tahun untuk kembali menjadi juara dunia. (bsf)
Editor : Inilahkoran

