Titik Terang di Tengah Polemik Kasus Sumedang

GUBERNUR Jabar Dedi Mulyadi turun tangan mengurai polemik di Pemkab Sumedang. Pertemuan dengan pihak terkait menghasilkan penjelasan baru.

Titik Terang di Tengah Polemik Kasus Sumedang
GELAR PERTEMUAN: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui langsung Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila, Istrinya Astria Dita Oktavia dan Sekpri RY dengan didampingi Bupati Dony Ahmad Munir, Senin (14/9).

Polemik yang sempat mengusik lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang akhirnya dibawa ke meja pertemuan.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mempertemukan Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila, istrinya Astria Dita Oktavia, Sekretaris Pribadi (Sekpri) RY, serta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir untuk mencari penjelasan atas persoalan yang ramai diperbincangkan.

Pertemuan berlangsung Senin (14/9), sekaligus menjadi bagian dari janji Dedi untuk mencari fakta terkait dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya dikaitkan dengan Wakil Bupati Fajar.

“Sesuai janji saya, saya sudah mengundang Wakil Bupati Sumedang beserta istri, Bupati Sumedang, dan sekretarisnya Wakil Bupati Sumedang. Saya sudah ngobrol lama, menanyakan peristiwa apa sih yang sebenarnya terjadi,” ujar Dedi melalui akun media sosialnya, Senin (14/9).

Setelah berbicara langsung dengan pihak-pihak yang terlibat, Dedi menyampaikan versinya mengenai persoalan tersebut. Menurut dia, peristiwa itu bermula dari kedekatan dan gurauan antara Fajar dengan sekretaris pribadinya yang kemudian memunculkan rasa cemburu dari sang istri.

“Jadi kalau saya setelah saya tanya, pertama memang adanya rasa cemburu. Namanya istri Wakil Bupati yang lagi hamil, ya cemburu sama suaminya yang mendekati sekretarisnya,” ucapnya.

Kecemburuan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik. Persoalan yang awalnya berada di lingkup pribadi itu akhirnya menjadi konsumsi publik dan menimbulkan polemik.

Namun, menurut Dedi, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

“Konflik ada kita jujur aja. Tapi setelah itu, karena kedua belah pihak menganggap ini adalah kehilafan kedua belah pihak, akhirnya dicabut lagi,” katanya.

Dedi juga memberikan penegasan mengenai isu pelecehan seksual yang menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukannya, dia menyatakan tidak menemukan adanya dugaan pelecehan seksual seperti yang ramai diperbincangkan.

“Yang jelas yang paling utama, kalau isu pelecehan seksual tidak pernah ada. Jadi ini saya sudah anggap clear, enggak ada masalah,” tegasnya.

Meski persoalan disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, bukan berarti Dedi membiarkannya berlalu tanpa konsekuensi. Dia memastikan tetap akan memberikan sanksi kepada Fajar.

Sanksi tersebut, menurut Dedi, bukan berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual, melainkan sikap Fajar sebagai suami yang dinilai tidak cukup menjaga perasaan istrinya yang sedang hamil.

(yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran